Program Jelita Curi Perhatian Bupati Syafii

MEDIAJATIM.COM, Pamekasan-Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengapresiasi kegiatan sosialisasi pemberian makanan tambahan dan pencanangan gerakan Jawa Timur (Jatim) Eliminasi Kusta (Jelita) tahun 2017. Program yang dicetuskan Pemerintah Provinsi Jatim tersebut, guna menekan angka penyakit kusta hingga 1: 10.000 penduduk.

Program tersebut bergulir di Lapangan Nagara Bakti Pendapa Agung Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan, Rabu (15/3). Hadir langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, bersama rombongan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, serta Direktur Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Syafii menyampaikan, dalam kaitannya dengan keberadaan penyakit kusta, Indonesia masih menduduki rangking ketiga terbaik di dunia.

Dijelaskan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), jumlah penderita penyakit kusta terbanyak adalah India dengan jumlah 137 ribu jiwa. Kemudian disusul Brazil 33 ribu jiwa, Selanjutnya Indonesia sebanyak 18 ribu jiwa, dan Bangladesh 3 ribu jiwa.

“Jumlah yang masih sangat besar, mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan ini menjadi motifasi bagi kita semua. Sebagai upaya untuk berjuang meningkatkan gizi dan eliminasi kusta terutama di Provinsi Jatim,” harapnya.

Lebih lanjut Syafii menambahkan, Jatim menjadi penyumbang penyakit kusta terbanyak nasional dengan 23%. Apabila dari 23% tersebut jika dijadikan 100%, maka Madura menjadi penyumbang penderita terbanyak dibanding wilayah lainnya di Jatim dikisaran angka 35%.

”Rangking 1-4 ini ada di Madura, ini menjadi beban tugas kita. Mudah-mudahan dengan upaya keras kita, Alhamdulillah Gubernur Jatim Soekarwo mencanangkan program Jelita,” tambah Syafii.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, jika Jatim mencanangkan Jelita, Pamekasan mencanangkan Pamekasan Eliminasi Kusta (Pelita) tahun 2017. Pihaknya pun menargetkan tahun 2019 di Pamekasan sudah terbebas dari penyakit kusta.

Beberapa hal yang dilakukannya dalam rangka mensukseskan program Pelita. Diantaranya sosialisasi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan stakeholder se- Pamekasan. Selain itu, workshop bersama stakeholder terkait intensifikasi penemuan kasus terbaru.

“Program pelita mulai kita lakukan sejak tahun 2015, 2016, dan 2017. Alhamdulillah hal ini mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Pamekasan,” ujar Mantan anggota DPR RI tersebut. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *