Strategi Unik GP Ansor Pragaan Ansorkan Semua Pemuda

MEDIAJATIM.COM, Sumenep-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan Sumenep menargetkan semua pemuda di daerah tersebut gabung GP Ansor. Penegasan tersebut mencuat dalam kegiatan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor sebagai agenda rutinitas setiap bulan yang dilaksanakan di Balai Kepala Desa Jaddung Pragaan, Sabtu siang (18/3).

Acara tersebut dihadiri oleh semua pengurus PAC GP Ansor Pragaan, pengurus Baanar dan Satkorcap Banser Sumenep dan anggotanya. Mereka berjumlah 37 orang.

Susunan manual acara Rijalul Ansor meliputi pertama, pembukaan dan pembacaan Tahlil bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muntaha. Kedua, sambutan-sambutan: sambutan pertama,  disampaikan oleh ketua PAC. Ansor Pragaan Moh Qudsi, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua PC Ansor Sumenep yang diwakili oleh Satkorcap Banser Sumenep, Naufan Hammam. Ketiga, musyawarah dan keempat penutup doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muntaha.

“PAC GP Ansor Pragaan memiliki komitmen mengansorkan semua pemuda khususnya di Kacamatan Pragaan. Sehingga, pelaksaan Rijajalul Ansor setiap bulannya dilaksanakan di balai kepala desa sekecamatan Pragaan secara bergiliran,” ujar Qudsi.

Tujuannya, PAC GP Ansor Pragaan bisa mempengaruhi semua kepemerintahan yang ada di desa. Lebih-lebih yang menjadi targetnya para pemuda yang ada di Kecamatan Pragaan.

Qudsi menambahkan, yang menjadi prioritas kepemimpinannya pada priode tahun ini, ialah bisa mengansorkan semua pemuda yang ada di kecamatan Pragaan. Solusinya, setiap acara Rijalul Ansor semua Pengurus PAC atau pengurus ranting membawa satu temannya atau saudara ke acara Rijalul Ansor.

“Kalau misalnya dua puluh pengurus PAC GP Ansor Pragaan saat pelaksanaan Rijalul Ansor membawa satu orang pemuda, berarti anggota Ansor setiap bulannya bertambah dua puluh orang,” tegasnya.

Kasatkorcab Banser Sumenep Naufan Hammam dalam sambutannya berharap semoga saja kekompakan pengurus PAC GP Ansor bukan karena ingin mendapatkan seragam Ansor. Tapi, didasarkan pada i’tikad yang baik yakni niat mengabdi kapada NU lawat Ansor.

“Insnya Allah tiga hari lagi di kecamatan Pragaan akan diadakan pelantikan pengurus FPI yang bertempat di pondok pesantren salaf Al-Amien Tegal Prenduan. Ini menurut saya merupakan tanda tanya besar. Kenapa ini bisa terjadi, sementara di Pragaan terkenal dengan Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ditegaskan, sekarang banyak masuk kelompok baru di Sumenep karena orang-orang NU malu mengakui dirinya sebagai orang NU. Sehingga, mereka mau memakai simbol NU misalnya, baju atau songkok NU juga malu.

“Sebagai kader inti NU, GP Ansor tidak akan pernah malu mengaku jati diri kita sebagai warga NU,” tukasnya. (Zainal Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *