Keluarga Miskin dan Teman Khayalan

Oleh: Saiful Fawait*)

Mayoritas anak-anak memiliki teman khayalan, baik ia terlihat secara kasatmata ataupun hanya hadir dalam angan. Teman khayalan adalah teman yang setia, setiap dibutuhkan ia akan hadir, dan biasanya ia akan muncul ketika anak-anak sedang dilanda kesulitan dan penuh tekanan.

Seperti yang dirasakan oleh Jackson, seorang anak laki-laki yang baru menyelesaikan kelas satu, kala itu ekonomi keluarganya sedang kacau. Tom, sang ayah sering sakit-sakitan, sehingga harus berhenti dari pekerjaannya membangun rumah. Sedangkan pekerjaan sang ibu sebagai pelayan restoran tidak cukup untuk biaya hidup mereka, belum lagi mereka harus membayar sewa apartemen.

Tidak ada pilihan lain, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dan tetap tinggal di apartemen, orang tua Jackson berisiatif untuk menjual sebagian barang-barangnya, termasuk televisi kesayangan Jackson, mereka beralasan bahwa televisi bisa merusak  otak anak (hal. 111), agar sang anak bisa legowo melepas televisi kesayangannya. Setelah sebagian besar barangnya sudah habis, dan ayah Jackson tak kunjung mendapatkan pekerjaan, akhirnya keluarga Jackson memutuskan untuk meninggalkan apartemen dan memilih hidup di dalam mobil untuk beberapa hari. Mereka bilang “sepertinya kita harus berkendara sebentar. Kita harus pindah, Sayang. Tapi, ini akan menyenangkan. Kau lihat saja.” (hal. 144).

Mereka lagi-lagi menghibur Jackson agar bisa menerimanya dengan lapang dada.

Dengan uang seadanya mereka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, sesaat setelah berada di lokasi peristirahatan sebuah jalan tol, Jackson tiba-tiba mendengar bunyi roda papan luncur yang menggelinding di atas kerikil, ia sedikit terkejut karena yang menaiki papan luncur bukanlah manusia, melainkan kucing berbulu hitam-putih, ukurannya sangat besar. Ia tidak terlalu terkejut, karena ia tahu bahwa yang datang adalah teman khayalannya yang bernama Crenshaw. Namun orang tua Jackson tidak mengetahuinya, karena mereka tidak bisa melihat Crenshaw. Selama dibutuhkan ia akan muncul dan dengan setia menemani Jackson dalam keadaan suka maupun duka, Jackson selalu curhat tentang segala hal yang membuat dirinya gelisah, terutama tentang keadaan ekonomi keluarganya yang tak sesempurna keluarga anak-anak yang lain, dan Crenshaw selalu memberikan solusi dari setiap masalah yang dihadapi oleh Jackson.

Selama kurang lebih empat belas minggu hidup dalam mobil, akhirnya sang ayah mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai asisten manajer dalam toko musik, di sana mereka juga disediakan tempat tinggal, meskipun tak sebesar di apartemen. Dapat dikatakan, dengan munculnya Crenshaw—sebagai teman khayalan Jackson—keluarga Jackson bisa kembali hidup seperti sedia kala. Buku ini sangat cocok bagi remaja yang selalu berfantasi dan berkhayal tentang dunia lain.

DATA BUKU

Judul : Crenshaw

Penulis : Katherine Applegate

Penerbit : Mizan Pustaka

Cetakan : 1, Maret 2017

ISBN : 978-602-61099-2-7

Tebal : 171 halaman

*) Saiful Fawait adalah mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *