oleh

Regulasi Ditangguhkan, Presiden Madura United Geram

Salah satu pemain U-23 milik Madura United, Tanjung Sugiarto © istimewa

Mediajatim.com, Bangkalan-Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, geram terhadap keputusan penangguhan regulasi menggunakan pemain U-23 di setiap pertandingan kompetisi Liga 1.

Menurut surat yang dikeluarkan PT. Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi Liga 1, tertanggal 29 Juni 2017, keputusan tersebut diambil karena adanya beberapa pemain U-22 yang dipanggil skuad tim nasional dan pemanggilan pemain itu tidak merata di masing-masing klub.

AQ sangat menyayangkan keputusan tersebut, mereka seenaknya merubah peraturan yang sudah ditetapkan dari awal kompetisi.

“Enak sekali ya merubah peraturan Kompetisi. Boleh diubah kapan saja. Atau jangan-jangan karena klub milik mereka pemainnya sedang dipake timnas U22,” ujar Achsanul.

Baca Juga:  Meski Juara, Bali dan Madura United Bisa Gagal Ke AFC

Padahal dalam aturan kompetisi sudah tertuang dengan jelas, jika dalam klub ada pemain yang dipanggil untuk mengisi skuad timnas, bisa mendaftarkan pemain baru diluar kouta sesuai jumlah dengan jumlah pemain yang dipanggil skuad timnas.

“Regulasinya kan sudah disahkan sejak awal. Ada pengaturan jika pemainnya dipanggil Timnas. Pasal 31 mengatur jelas tentang pemain dan secara spesifik di ayat 4 mengatur jelas tentang pemain jika dipanggil timnas,” jelas mantan anggota DPR RI tersebut.

Apalagi dalam pengambilan keputusan pihak terkait tidak melibatkan semua klub peserta kompetisi. Bahkan karena regulasi penggunaan pemain U-23, banyak klub yang sudah membuang pemain diatas 22 tahun yang masih potensial.

Baca Juga:  Lawan Madura United, RD: Perlu Kerja Keras Hadapi Tim Kandidat Juara

“Banyak klub sudah membuang pemain diatas 22 tahun yang masih potensial dan diganti dengan pemain muda. Sekarang diubah lagi dengan hanya selembar surat tanpa diskusi dengan klub. Tarkam saja tidak seperti ini,” tukas Achsanul.

Reporter: Sule Sulaiman

Redaktur: Nur Aini