Kisah Abadi Seribu Satu Malam

Baghdad adalah kota yang menyimpan banyak kisah fenomenal sekaligus legendaris yang hingga saat ini dikenal masyarakat dunia. Kisah-kisah berdasarkan legenda yang berkali-kali ditulis oleh banyak penulis, sehingga muncul beberapa versi, membuat khazanah kesusastraan Arab menjadi lebih kaya dan beragam. Kisah-kisah tersebut terangkum dalam buku Arabian Nights atau yang lebih dikenal dengan Kisah 1001 Malam.

Buku yang diterjemahkan Husain Haddawy berdasarkan naskah Suriah abad ke-14 ini merangkum kisah Syahrayar dan Syahrazad. Dikisahkan bahwa Syahrayar adalah seorang Raja yang baik dan disukai rakyat. Di bawah kepemimpinannya, rakyat makmur sejahtera, dan aman sentosa. Namun, suatu waktu Raja Syahrayar dibuat murka oleh ulah istri dan selir-selirnya yang berbuat mesum di lingkungan istana. Mereka berzina bersama para budak kulit hitam saat sang Raja berburu ke hutan. Rahasia itu terkuak ketika adiknya, Raja Syahzaman, sedang berada di istananya. Ia tidak ikut berburu karena sedang dirundung masalah. Istrinya selingkuh bersama juru masak istana, sebelum keberangkatannya menemui kakaknya (hlm. 53).

Awalnya, Raja Syahrayar tidak yakin dengan kesaksian adiknya. Ia tidak percaya jika tidak melihat langsung apa yang dilakukan istri dan para selirnya. Hingga sang adik mempunyai ide agar sang kakak kembali berburu dan ia akan ikut serta. Dan, benar, mereka kembali melakukan perbuatan keji yang merusak wibawa istana. Sejak saat itulah Syahrayar murka dan membunuh banyak perempuan setelah ditidurinya semalaman. Menurutnya, di dunia ini tidak ada yang baik, makanya ia akan menghabisi semua perempuan yang ada di muka bumi.

Suatu ketika, putri Wazir yang bernama Syahrazad meminta ayahnya agar dinikahkan dengan sang Raja. Wazir menolak karena tidak mau putrinya celaka dibunuh sang Raja. Namun, Syahrazad tetap bersikukuh dan memaksa ayahnya untuk menikahkannya dengan sang Raja, apa pun yang akan terjadi nanti. Diam-diam ternyata Syahrazad punya “misi” kenapa mau menyerahkan dirinya pada Raja Syahrayar. Dan, sejak malam pertama itulah kisah ini dimulai (hlm. 59).

Husaian Haddawy menjelaskan dalam pengantarnya bahwa, dalam Seribu Satu Malam, kisah-kisahnya mengalihkan, mengobati, dan menyelamatkan banyak jiwa. Syahrazad menyembuhkan Syahrayar dari kebenciannya terhadap wanita, mengajarinya untuk mencintai, sekaligus menyelamatkan hidupnya sendiri dan merebut hati seorang pria yang baik. Khalifah Harun Al-Rasyid merasa lebih puas kalau dapat memenuhi rasa kagumnya, dengan jalan mendengarkan sebuah kisah, daripada kalau dapat memenuhi rasa keadilannya atau kehausannya akan balas dendam.

 Antara Sejarah, Roman, dan Dongeng

Jika ditelisik lebih dalam, karya ini terdiri atas empat kategori empat cerita rakyat—kisah binatang, dongeng, roman, dan komik serta hikayat-hikayat sejarah, dua yang terakhir itu sering digabungkan menjadi satu kategori. Cerita rakyat itu dipenggal-penggal menjadi bermalam-malam, dalam bagian-bagian dengan panjang cerita yang beragam, suatu pembagian yang, meskipun tidak mengikuti pola tertentu, dapat memenuhi dua tujuan: membuat Syahrayar dan kita terus-menerus merasa tegang, dan membuat adegan menjadi semakin dekat dengan kenyataan.

Kisah-kisah dalam Seribu Satu Malam juga mempunyai asal-usul etnis beragam, dari India, Persia, dan Arab. Dalam proses penceritaan dan penceritaan kembali, kisah itu diubah-ubah sesuai dengan kehidupan umum dan adat istiadat masyarakat Arab yang mengadaptasinya, dan sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu masyarakat tersebut pada masa tertentu pula.

Sehingga, kegilaan untuk menceritakan kembali dan mengumpulkan lebih banyak cerita dan “menyempurnakan” karya itu bahkan, mendorong beberapa penyalin melakukan pemalsuan. Yang demikian itu adalah kasus dari, tidak lain, Kisah Aladdin dan Lampu Ajaib. Kisah ini tidak termasuk di antara sebelas kisah dasar dari karya asli, juga tidak ada dalam naskah atau edisi Arab mana pun yang telah dikenal, kecuali dalam dua naskah, keduanya ditulis di Paris, jauh sesudah ia muncul dalam terjemahan Galland (hlm. 15).

Cuplikan kisah Syahrayar dan Syahrazad yang termaktub dalam buku Arabain Night yang memiliki ketebalan 700 halaman ini mengajak pembaca menikmati kisah sekaligus dongeng legendaris dan fenomenal yang terjadi berabad-abad silam. Sebuah kisah yang masih laik untuk dinikmati sekaligus dipetik hikmahnya. Kisah-kisah yang dipenggal malam per malam, terus menerus membuat pembaca ingin merasakannya lagi dan lagi. (*)

Data Buku:

Judul: Arabian Nights (Kisah 1001 Malam)

Penulis: Husain Haddawy

Penerbit: Qanita, Bandung

Cetakan: Pertama, 2016 (Edisi Kedua)

Tebal: 700 Halaman

ISBN: 9786024020460

Peresensi: Untung Wahyudi, lulusan UIN Sunan Ampel, Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *