Kebiasaan Nabi Muhammad SAW (Bagian 2)

Nabi saw. tidak duduk di tempat yang gelap sampai dinyalakan lampu. Tapi, jika sudah pagi, melihat lampu tidak beliau sukai. (Majma’ al-Jawaid)

Jika melihat jenazah, Nabi banyak diam dan merenung. Sahabat juga melihat beliau berbicara dengan diri sendiri mengenai si mayit dan apa yang menjadi tanggungannya. (Kanz ‘Ummal)

Jika jenazah selesai dikuburkan, Nabi saw. berdiri di sisinya dan berkata, “Mintakan ampun kepada Allah untuk saudaramu ini, mintakan agar ia diberi keteguhan, sebab sekarang ia sedang diurus.” (HR Abu Daud)

Nabi saw. tidak pernah berkendaraan untuk mayit siapa pun. (Thabaqat, 1/385)

Jika khawatir melupakan suatu urusan, Nabi saw. mengikatkan benang pada telunjuk atau cincinnya. (Thabaqat, 1/386)

Disarikan dari Dr. Nizar Abazhah, Pribadi Muhammad Saw; Memotret Sifat dan Pribadi Nabi Sehari-hari Lebih Dekat, Lebih Memikat (Jakarta: Zaman, 2013), 270.

Foto: Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *