Seminar Nasional Pungkasi Diesnatalis PIAUD STAIN Pamekasan

MediaJatim.com, Pamekasan – Rangkaian acara Diesnatalis Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan yang ketiga resmi ditutup dengan Seminar Nasional, kemarin (04/12), di Auditorium STAIN Pamekasan.

Acara yang berlangsung selama empat hari terhitung sejak tanggal 27-29 Nopember 2017 dan tanggal 04 Desember 2017 tersebut mengusung tema lomba Gebyar Anak Bangsa se-Madura. Meliputi lomba Fashion, Mewarnai dan Tahfidz untuk anak usia dini yang memperebutkan sejumlah penghargaan dan uang pembinaan.

Peningkatan Kompetensi Pendidik untuk Generasi Unggul di Masa Depan menjadi topik utama dalam Seminar Nasional sebagai pemuncak acara Disnatalies PIAUD STAIN Pamekasan yang ketiga. Hadir sebagai narasumber, Dr. Hj. Rachma Hasibuan, M.Kes, selaku salah satu dosen S1 dan S2 PG PAUD Universitas Negeri Surabaya.

Ketua Panitia, Nurul Ismaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yg telah mendukung terselenggaranya acara sejak hari pertama sampai pada pelaksanaan seminar terutama kepada semua sponsor dan media partner.

Maya berharap masukan dan kritik yang membangun dari semua elemen masyarakat demi kemajuan Prodi PIAUD di STAIN Pamekasan.

“Kami membutuhkan masukan dan kritik yang membangun untuk kebaikan Prodi PIAUD di masa depan.” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa anak usia dini merupakan harapan negeri di masa depan. Seperti halnya bangunan kalau pondasinya kuat, niscaya bangunannya juga akan kuat.

Sedangkan Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Prodi PIAUD, Rosalina Afdalipah menegaskan, bahwa tema seminar diangkat sebagai bentuk kepedulian HIMA PIAUD STAIN Pamekasan terhadap dinamika pendidik anak usia dini yang masih membutuhkan banyak pembinaan.

“Kurangnya kesadaran pendidik dalam hal keilmuan dan akhlak membuat peserta didik menurun pula dalam beberapa hal. Sedangkan yang diharapkan dari seorang pendidik yaitu dapat menjadi pembimbing, motivator, bermoral tinggi, bekerja tanpa pamrih, menguasai keterampilan intelektual dan emosional,” jelas Rosalina Afdalipah.

“Diharapkan dengan seminar ini dapat meningkatkan kompetensi pendidik sehingga peserta didik menjadi orang-orang yg unggul di masa depan,” tambahnya.

Sementara Wakil Ketua 1 STAIN Pamekasan,
Dr. Muhammad Hasan M. Ag, atas nama pimpinan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua panitia, HIMA dan Kaprodi yang telah berinovasi dengan cara membuat kegiatan-kegiatan yang dapat memacu perkembangan pendidik dan anak usia dini.

“Tantangan kedepan yaitu meningkatkan kualitas kompetensi pendidik anak usia dini. Mari kita arahkan, kita bina pendidik anak usia dini dengan cara terlebih dahulu memperbaiki kualitas dosen,” kata Pria yang akrab dipanggil Hasan tersebut.

“Saya ucapkan selamat kepada semua pemenang lomba atas prestasi yang telah di raih, bagi yang belum dapat jangan sampai berkecil hati,” imbuhnya sebelum mengakhiri sambutannya.

Seminar baru dimulai pukul 10.15 waktu setempat, setelah pemenang berbagai macam kategori lomba mendapatkan penghargaan. Peserta tampak begitu antusias mengikuti penjelasan narasumber yang langsung menyinggung isu seputar perkembangan pendidik anak usia dini. Dosen S1 dan S2 PG PAUD UNESA tersebut, begitu lugas memaparkan terkait persoalan-persoalan yang dialami pendidik anak usia dini, mulai dari kualifikasi dan kompetensinya sampai kepada karakter yang wajib dimiliki oleh seorang pendidik. Setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki agar peserta didiknya unggul di masa depan.

“Pendidik merupakan tenaga profesional, menjadi pendidik tidak mudah karena akan melalui berbagai macam proses. Seorang pendidik harus menguasai empat kompetensi yaitu; pedagogi, profesional, sosial dan kepribadian. Ini merupakan syarat utama agar peserta didiknya unggul. Selain itu, kualifikasi dan sertifikasi pendidiknya harus sesuai dengan bidangnya,” papar Rachma dengan penyampaian yang sangat khas.

Karena tidak sedikit yang tidak sesuai bidangnya terlebih dalam hal pelayanan relatif masih rendah. Sedangkan mutu pelayanan PAUD hanya bisa tercapai jika mutu kompetensi para pendidiknya ditingkatkan, tukasnya.

Menjadi pendidik PAUD berarti dari ujung rambut sampai ujung kaki harus menjadi pribadi yang selalu ceria dan menyenangkan, tambah Rachma.

Pada kesempatan tersebut, Rachma juga mengajak IGTKI dan HIMPAUDI bersatu, bahu membahu untuk membuat PAUD semakin berkualitas.

“IGTKI dan HIMPAUDI merupakan satu keluarga, ayo kita bersama-sama membangun komitmen agar PAUD semakin baik dan berkualitas kedepannya,” pungkasnya.

Reporter: Rey Akmal Fauzi

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *