56 Tahun, Pak Rendra Terus Berkhidmat untuk Bangsa

Rendra Kresna. Sosok yang satu ini tak asing lagi bagi masyarakat Jawa Timur. Namanya kerap muncul di ruang publik mengiringi hiruk-pikuk perhelatan politik; Pemilihan Gubernur Jatim 27 Juni mendatang. Ini bisa dimafhumi lantaran Pak Rendra –sapaan akrabnya—adalah Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur yang tak lain merupakan pelopor kongsi utama pengusung pasangan Khofifah-Emil.

Tentu bisa dibayangkan betapa sibuknya ayah dari Kresna Dewanta Phrosakh dan Kresna Tilottama Phrosakh ini. Sebab, Pak Rendra tentu mumpunyai tangungjawab yang besar untuk mengantarkan Khofifah-Emil menuju gerbang Grahadi.

Untuk itu, Pak Rendra nyaris tanpa kenal lelah memperkenalkan sosok Khofifah-Emil. Bahkan tak jarang ia turun ke dearah untuk mesosialisasikan nama pasangan tersebut.

“Kami berkomitmen untuk untuk membantu proses pemenangan (Khofifah-Emil) dengan totalitas. Ini adalah komitmen yang harus kami jaga sejak awal,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Ungkapan pria berkacamata tersebut tentu bukan sekedar pepesan kosong, namun benar-benar menunjukkan sosok Pak Rendra yang sesungguhnya. Ia tak pernah main-main dengan komitmen, lebih-lebih terkait dengan amanah yang diembannya selaku ketua partai.

Pak Rendra, lahir di Pamekasan, Madura 22 Maret 1962. Sejak kecil ia dikenal sebagai anak yang mandiri, berbakti kepada kedua orang tua dan tak suka neko-neko. Hal ini diakui oleh ibunya, Hj. Sulasmi. Menurutnya, jika mau keluar rumah, Rendra kecil selalu berpamitan dan mencium tangan kedua orang tuanya. Kebiasaan tersebut terbawa hingga Rendra dewasa, bahkan mempunyai posisi yang cukup penting.

“Jika kita ingin menjadi orang yang berhasil, maka hormatilah orang tuamu, terlebih ibumu,” tukas Pak Rendra suatu ketika.

Ketaatan Pak Rendra terhadap kedua orang tuanya berbanding lurus dengan kedisiplinan dia dalam menuntut ilmu. Ia sadar bahwa ilmu merupakan bekal yang teramat penting dalam mengarungi belantara kehidupan.

Itulah sebabnya, ia terus menuntut ilmu seolah tanpa limit waktu. Sederet titel akademikpun menyertai namanya, Drs. H. Rendra Kresna, BcKU., SH., MM., MPM.

Kendati demikian, Bupati Malang tersebut adalah sosok yang rendah hati, dan sangat tak suka keberhasilannya dipamerkan. Meski rendah hati, namun Pak Rendra bukan tak bisa marah. Ia disiplin dan menerapkan kedisiplinan yang tinggi bagi keluarga dan anak buahnya.

Usaha yang sungguh-sungguh, tak pernah sia-sia. Justru akan menghadirkan kesuksesan demi kesuksesan pada saatnya. Allah tak pernah tidur dan melalaikan usaha dan doa hamba-Nya. Pak Rendra memiliki syarat untuk meraih kesuksesan itu; doa dan ridlo kedua orangnya serta usaha yang sungguh-sungguh. Karena itu, apa yang dicapai Pak Rendra saat ini, memang sudah selayaknya, sunnatullah.

Pak Rendra paham betul bahwa posisi apapun yang digenggam manusia, tentu tak berarti apa-apa jika tidak bermanfaat untuk masyarakat. Jabatan hanya salah satu ladang untuk mengabdi. Usia yang semakin senja juga bukan hambatan untuk terus berkhidmat bagi kemajuan bangsa. Dan Pak Rendra telah membuktikan itu. Selamat ulang tahun yang ke-56. Semoga kusuksesan senantiasa mengiringi langkahmu.

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: Sule Sulaiman