Zona Merah Peredaran Rokok Ilegal Di Sumenep

MediaJatim.com, Sumenep – Peredaran rokok ilegal di Madura cukup tinggi. Terbukti 2,5 juta lebih batang rokok ilegal diamankan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura hanya pada periode 2017 – 2018 saja.

Bahkan salah satu wilayah di Kabupaten Sumenep, diduga masuk zona merah peredaran rokok ilegal.

“Kalau boleh disebut daerah merah (tertinggi peredaran rokok ilegal) di Sumenep adalah daerah Pasongsongan,” Ungkap Latif Helmi, Kepala Bea dan Cukai Madura pada awak media beberapa waktu lalu, Kamis (17/5).

Di daerah Pasongsongan, sambung Latif, Bea dan Cukai sudah banyak menemukan bukti pemasaran rokok ilegal. Namun pihaknya mengakui belum bisa mengungkap pabrik rokok ilegal karena butuh informasi yang valid.

“Karena di Sumenep juga banyak pabrik rokok yang legal,” terangnya.

Dalam lima bulan terakhir, Kantor Bea dan Cukai fokus melakukan operasi dan penertiban di dua kabupaten yakni Sumenep dan Pamekasan.

“Karena konsentrasi pabrik rokok di dua kabupaten ini,” lanjutnya.

Menurut Latif, penertiban dilakukan pada tiga lini. Pertama, untuk daerah produksi atau pabrik. Pabrik yang diindikasi lakukan pelanggaran, Bea dan Cukai akan menyegel mesinnya.

Kedua lini transportasi dan distribusi. Dari hasil pantauan, produk rokok ilegal dari Madura sudah terdistribusi ke wilayah di luar Jawa. Semisal Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan.

“Kita sudah koordinasi dengan teman-teman ekspedisi dan jasa pengiriman. Alhamdulillah efektif,” terangnya.

Operasi dan penertiban, juga dilakukan pada lini pemasaran. Bea dan Cukai Madura terus melakukan operasi-operasi pasar, di pertokoan dan sebagainya.

“Sejauh ini berjalan baik. Diantaranya karena dukungan teman-teman TNI maupun Polri,” tutup Latif.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sulaiman