Membedah Manajemen Pelayanan Publik

Buku ini mengurai secara rinci tentang pelayanan publik dan bagaimana manajemennya. Pelayanan publik merupakan prioritas dalam sebuah organisasi manapun. Seorang administrator harus paham bagaimana melayani masyarakat dengan baik, dalam pelayanan publik yang menilai baik atau buruknya adalah masyarakat.

Buku ini dapat digunakan sebagai panduan dalam melayani publik. Antara pelayanan publik dalam pemerintahan tidak lepas dari masyarakat, antara dua belah pihak ini selalu berkaitan dalam prosesnya. Jika pelayanan publik ini berhasil dijalankan dengan baik maka inilah merupakan tujuan dari pemerintahan.

Dalam buku ini di setiap BABnya dijelaskan konsep, fungsi, kinerja pelayanan publik, sumber daya administrator, reformasi birokrasi pelayanan publik, serta bagaimana pencapaian dalam good governance.

Di samping itu, buku ini mengungkapkan manajemen yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan suatu organisasi. Bahkan, organisasi tidak akan berjalan dengan maksimal jika manajemen organisasi tidak dijalankan secara bersamaan dengan menjalankan organisasi karena manajemen dalam organisasi merupakan ujung tombak, disisi lain manajemen merupakan cara, mengelola, aturan/mengatur bagaimana jalannya organisasi.

Misalnya dalam mengatur kinerja pelayanan publik, dalam mengatur atau mengelola kinerja pelayanan publik ini sangat dibutuhkan. Misal dalam bagaimana menyusun cara sehingga dapat menciptakan pelayanan yang baik dalam melayani masyarakat karena memang masyarakat dan pemerintah sangat menginginkan untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal.

Penulis telah memaparkan, bahwa pelayanan publik adalah pemberian hak dasar kepada warga negara atau masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kepentinganya yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Pelayanan mempunyai makna melayani orang yang dilayani. Jika melayani, maka sejatinya adalah memberikan pelayanan/pengabdian secara profesional dan proporsional. Bentuk dan cara pelayanan juga merupakan bagian dari makna yang tidak terpisahkan dari pelayanan itu sendiri. Pelayanan berarti melayani dengan sungguh-sungguh kepada orang yang di!ayani untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya dalam rangka memberikan kepuasan dan kemanfaatan (hlm 22).

Penulis melanjutkan pemaparannya, pelayanan tidak ditafsirkan hanya dengan kontekstualitasnya saja, tetapi harus diimplementasikan secara subtansial bahwa siapa yang melayani dan bagaimana pelayanan harus diaktualisasikan dengan penuh tanggung jawab dan profesional (hlm 24).

Sesuai dengan pasal 3 undang-undang nomor 25 tahun 2009 yang ditulis oleh penulis, salah satunya yaitu. A. Terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik (hlm 52).

Buku ini sangat membantu dan sangat berguna sebagai pegangan seorang administrator, melihat dari peran dalam pelayanan publik sangatlah di butuhkan oleh masyarakat pada umumnya. Pelayanan publik yang diberikan terhadap masyarakat pada umumnya, pelayanan publik akan lebih efektif jika pemeran pelayanan publik/administrator sesuai dengan TUPOKSI (tugas, pokok dan fungsinya).

Ketika adminitrator itu sadar dengan apa tugas, pokok, dan fungsinya maka pelayanan itu akan menjadi lebih efektif. Pelayanan publik itu memberikan suatu pelayanan terhadap masyarakat pada umumnya di situlah pemeran dari pelayanan publik itu harus benar-benar paham dengan ada yang di maksud dengan pelayanan publik itu dan juga terlatih.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang membutuhkan pelayanan yang maksimal tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan pelayanan yang maksimal dan itu mustahil jika dilakukan oleh administrator, maka dari itu pelayanan publik yang harus di lakukan yaitu dengan memberikan pelayanan yang sangat memberikan kepuasan terhadap masyarakat banyak tidak hanya seorang administrator ini yang harus melakukan kemaksimalan pelayanan akan tetapi dari pimpinan administrator harus selalu mengevaluasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pelayanan terdapat pengolahan atau aturan dalam melayani masyarakat yaitu disebut dengan manajemen pelayanan. Di dalam manajemen memeberikan pelayanan supaya pelayanan bisa dikatakan maksimal yaitu dengan membagi beberapa sfaf pelayanan supaya terdapat pembembagian tugas tentang apa yang harus dibutuhkan oleh masyarakat atau tentang apa yang harus dilakukan oleh sfaf administrator, dari beberapa staf yang telah dibagi tentu jelas diwadahi oleh suatu lembaga atau organisasi atau instansi.

Pelayanan masyarakat tidak lepas dengan melayani masyarakat terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Definisi tentang pelayanan masyarakat yaitu suatu aktivitas untuk melengkapi atau memenuhi kebutuhan masyarakat banyak melalui administrator, serta pelayanan masyarakat ini didefinikan sebagai percayanya masyarakat terhadap pemerintah yang memberikan pelayanan.

Terkait pengelolaan pelayanan terhadap masyarakat ini yaitu telah diatur oleh pemerintah dalam undang undang Nomor 25 Tahun 2009 dengan ini pelayanan yang telah dilakukan secara maksimal harus selalu dilakukan secara terus menerus sehingga masyarakat bisa pro atau percaya terhadap administrator, dalam pelayanan ini terdapat pelayanan jasa dan pelayanan perorangan.

Di semua kalangan organisasi tanpa adanya seorang pemimpin itu mustahil, pemimpin ini sangat dibutuhkan perannya dalam menjalankan tugas yang dikerjakan oleh staf-stafnya, pemimpin disini tidak hanya menyuruh dah memerintah akan tetapi jika staf membutuhkan atau staf yang tidak masuk pemimpin ini bisa dapat menggantinya, artinya pemimpin harus mempunyai multi-fungsi dalam memimpin suatu organisasi.

Selain itu, tidak lepas dari kebiasaan yang yang ada pada organisasi yaitu tentang bagaimana karyawan melakukan kebiasaan yang bagus yaitu kebiasaan sopan santun, kebiasaan moral yang baik, kebiasaan tingkah laku dan lain sebagainya supaya masyarakat juga senang dan merasakan kepuasan yang diberikan serta dari kebiasaan ini terdapat faktor organisasi.

Dari beberapa faktor yang di maksud disini yaitu bagaimana disana tersusun suatu instansi untuk mengupayakan bagaiman pelayanan itu tersusun secara sistematika melalui suatu instansi atau lembaga bahkan organisasi. Sistematika berkerja disini merupakan bagaimana seseorang itu untuk bekerja sesuai dengan ranah dan ketentuannya yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

Dalam ukuran atau standar yang diinginkan oleh masyarakat yaitu tidak lain dan tidak bukan merupakan sesuai bentuk nyata yang dilakukan kepada masyarakat. Suara masyarakat disini artinya merupakan apa yang tidak sesuai dengan masyarakat itu harus didengar oleh organisasi pelayanan supaya apa yang harus disiapkan oleh administrator itu sesuia dengan selera masyarakat. Dari pelayanan yang diberikan oleh administrator masyarakat juga menilai. Artinya dalam penilaian kegiatan ini merupakan evaluasi dari setiap pelayanan yang telah dilakukan oleh administrator yang dilakukan oleh masyarakat. Setlah dilakukannya evaluasi akan muncul fasilitas pelayanan supaya kebutuhuan yang diperlukan dalam meningkatkan pelayanan sangat dibutuhkan supaya dapat mempermudah melayani sekaligus mempercepat pelayanan.

Di zaman sekarang ini teknologi dan informasi semakin canggih untuk membantu pekerjaan seseorang dalam penyelesaiannya, dalam pelayanan masyarakat ini tentu sangat efisien jika organisasi menggunakan teknologi canggih untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan yang diberikan karyawan terhadap publik. Karyawan yang ada dalam organisasi untuk memberikan pelayanan tersebut harus terus ditingkatkan kualitas nya, dalam segi cara bekerja, cara melayani dan lain sebagainya sehingga muncul pelayanan yang baik supaya memenuhi kebutuhan masyarakat demi mendapatkan pelayanan yang baik.

Hasil kerja merupakan sesuatu bagaimana aparatur melakukan tugas pokok pekerjaannya supaya masyarakat merasakan kenyaman yang diberikan oleh karyawan terhadap masayrakat yang membutuhkan pelayanan yang baik serta maksimal.

Dalam proses melayani masyarakat tidak semena-mena sebatas melayani saja akan tetapi ada beberapa sifat atau tingkah laku yang harus di tunjukkan selama melayani, yaitu seorang administrator harus bisa bersikap sopan santun dan lemah lembut. Ketika melayani masyarakat harus selalu meningkatkan kualitas dan selalu menjaga kualitas yang telah dicapai agar dapat menyempurnakan pelayanan yang maksimal.

Ada beberapa faktor indikator dalam kinerja administrator antara lain yaitu dari administratornya sendiri. Tujuan dari melayani yaitu tidak lain dan tidak bukan merupakan penilaian dari kepuasan masyarakat. Ukuran melayani ada batas batasan yang harus di laksanakan juga oleh administrator yaitu tidak boleh berlebihan pula, berlebihan disni yaitu tidak melampaui batasan moral.

Dari hasil kinerja administrator dalam melayani masyarakat terdapat output yang baik dari masyarakat yaitu masyarakat juga melakukan hubungan yang baik pula jika administratornya bekerja maksimal. dalam melayani dibuthkan fasilitas. Fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh administrator demi kelancaran pelayanan masyarakat.

Aparatur merupakan karyawan yang berkerja dalam bidang pelayanan masyarakat. Terkadang semua organisasi membutuhkan pekerja baru demi kelancaran menjalankan organisasi. Karyawan yang terdapat atau ada di organisasi tersebut berhak pula memberikan kemauannya terhadap pimpinan, akan tetapi kewenangan tersebut berbeda ranah dengan seorang pemimpin atau atasannya.

Seorang kayawan harus mempunyai sikap profesional dalam melaksanakan tugas pokoknya, dimana dia harus melayani dan dimana dia harus bersantai mengerjakan pekerjaan lain. Dalam isi undang undang ini berisi tentang ISN dan bagaimana tugas nya dilakukan dan telah diterapkan oleh pemerintah pusat.

Dalam melayani masyarakat pemerintah sering melakukan perubahan demi memperbaiki tingkat pelayanan. Perubahan pemerintahan artinya disini yaitu selalu melalukan perubahan perubahan supaya timbul sistem pemerintahan yang setiap perubahannya menjadi lebih baik. Dalam perubahan pemerintahan agar menjadikan pemerintahan yang baik yaitu telah di jelaskan oleh peneliti yaitu Rhodes.

Seorang pepimpin sangat berperan aktif dalam melaksanakan perubahan yang akan dilaksanakan dengan kesepakatan bersama pula. Dari beberapa pekerjaan yang selalu dilakukan secara baik dang benar apa adanya nantinya akan menghasilkan perubahan yang maksimal yang mungkin demi perubahan yang diharapkan oleh beberapa aparatur dan masyarakat banyak.

Pemerintahan yang baik merupakan pemerintahan yang sesuai dengan keinginan demokrasi yang dimana selalu di evaluasi dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya. Keinginan untuk melakukan perubahan yang baik dalam suatu pemerintahan telah diatur oleh peneliti luar negeri yang telah disah kan pule oleh masayarakat banyak dan telah banyak diterapkan oleh beberapa dunia.

Pelaksanaan pelayanan dalam pemerintahan yang baik tentunya dalam pemerintahan yang telah baik terdapat pelayanan yang baik pula bahkan itu jauh berbeda dengan pelayanan yang sebelumnya. Arahan pelayanan pemerintah dalam pemerintahan yang baik dari beberapa perubahan dalam pemerintahan tentunya timbul pelayanan yang baik terhadap masyarakat pula dan itu terjadi secara sadar dan otomatis oleh kalangan aparatur semunya. Pemerintahan yang baik merupakan tujuan diseluruh dunia semua pemerintah mengharapkan pemerintahan yang baik melalui beberapa tahap yang telah dilakukan sebelumnya.

DATA BUKU

Judul Buku : Manajemen Pelayanan Publik
ISBN : 978-602-425-080-5
Penulis : Hayat, SAP., M.Si.
Penerbit : Rajawali Pers
Tahun Terbit : 2017
Halaman : 225

Ach. Ubaiedillah, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Islam Malang.