Mahasiswa UM Sosialisasikan VOC-Games ke Lubuk Baca

MediaJatim.com, Malang – Berawal dari ketakutan pada matematika dan kerisauan akan budaya yang semakin terkikis, tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil mensosialisasikan VOC-Games di Gubuk baca lokajaya, Jabung, Kab. Malang (15/6), yaitu media pembelajaran matematika berbudaya berbasis teknologi augmented reality. Mereka adalah Binti Isti’towatul Isti’aroh, yang popular disapa Binti, mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Zainur Ridho Wahyu alias Wahyu, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Fitrah Izul Falaq, alias Izul, Jurusan Teknologi Pendidikan.

Berdasarkan penuturan ketua tim, VOC-Games menintergrasikan matematika dan budaya dengan teknologi sehingga benda maya seolah menjadi kenyataan. Nama VOC-Games adalah kepanjangan dari Victory of Culture Games yang artinya permainan kejayaan budaya. “Misi kami agar budaya kita jaya, sehingga secara otomatis sikap dan pemikiran bangsa kita akan baik”, tambah wanita kelahiran Kediri ini.

Dari pengakuan Wahyu, rancangan VOC-Games mengacu pada hasil analisa problematika belajar peserta didik yang selama ini takut terhadap mata pelajaran matematika.

“Kemudian kami kembangkan dengan mengoptimalkan segala jenis sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik,” jelasnya, Rabu 21/6/2018).

Faisal, salah satu anggota gubuk baca merasa antusias dalam memainkan permainan ini. “Permainannya seru, baru sekarang saya belajar matematika dengan bermain. Ada gambarnya di hpnya juga.”

Sementara itu, Fitrah Izul Falaq berharap, dengan hadirnya karya tersebut, dapat membantu siswa tidak takut lagi belajar matematika sekaligus cinta budaya lokal. Karena, Matematikan bukan sekedar soal angka.

“Matematika bukan hanya soal angka, budaya juga bukan soal sejarah. Kolaborasi matematika dan budaya dapat menghadirkan mendidik karakter baik dengan pemikiran yang brilian,” kata pria yang membidangi soal game developers itu.

Victory of Culture Games (VOC-Games), sebagai media pembelajaran matematika berbentuk permainan berbasis 3D dan Augmented Reality, karya tiga mahasiswa UM itu, dinilai sangat efektif untuk siswa dan anak muda yang ingin belajar Matematika.(*)