oleh

Mensos Tantang UKM Bersinergi Dengan Pemerintah

MediaJatim.com, Jakarta – Menteri Sosial Idrus Marham menyempatkan hadir dalam UKM IKM Expo Tahun 2018 di TMII Jakarta. Dalam kehadirannya tersebut Idrus memberikan pesan pentingnya kepada para pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia.

Menurutnya, modal yang paling penting dalam penyelenggaraan UKM adalah motivasi ideologis, “jadikan langkah – langkah anda ini motivasi ideologis” ujar Idrus. Yang menurut teori adanya motivasi instrinsik dari dalam diri sendiri. Idrus juga menambahkan motivasi ideologis harus dijadikan dasar perjuangan para pelaku UKM di Indonesia.

Adanya keinginan Idrus agar UKM IKM Nusantara dapat melahirkan pikiran dan konsep sebagai pencerminan motivasi ideologis yang dimaksud.

Selanjutnya, mengenai rasa kebatinan juga menjadi suatu motivasi ideologis dan adanya semangat juang.

Ia pun menantang pelaku UKM agar dapat membuat konsep yang dapat disenergikan dengan program-program pemerintah, “sekarang UKM ini sudah memiliki semangat juang tetapi perlu juga ilmu perjuangan, saya mewakili pemerintah untuk menantang saudara-saudara UKM konsep apa yang bisa disinergikan dengan pemerintah” ucap Idrus.

Semangat motivasi ideologis justru dapat melahirkan konsep yang dapat bersinergi dengan beberapa program pemerintah khususnya di kementerian. Sehingga dengan demikian, UKM dapat tetap terjaga kemandiriannya.

“Kemandirian sebuah organisasi hanya bisa apabila memiliki modal” tambahnya. Dengan modal tersebut akhirnya melahirkan kepercayaan diri lalu tercipta kemandirian. Yang dibutuhkan dalam hal ini adalah modal konsep.

Revolusi Mental

Revolusi mental menurut Idrus dalam perspektif Kementerian Sosial harus dimaknai sebagai suatu cara untuk dapat menginspirasi, memotivasi dan menyemangati rakyat agar mereka memiliki mental kaya.

Dalam kaitannya dengan UKM IKM Nusantara, Mensos menginginkan organisasi tersebut dapat menjadi inspirator dan motivator dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia. “Kalau hal ini dapat dilakukan, sangat luar biasa,” ucap Mensos.

Demikian juga dengan pemerintah. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, Idrus menyampaikan bahwa pemerintah memiliki 3 program prioritas yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan.

Pertama, program pemerintah yang dikeluarkan untuk mengurangi beban pengeluaran rakyat, “seperti Kementerian Sosial yaitu Program Keluarga Harapan kemudian Rstra, Kemendikbud berupa KIP dan KIS untuk Kementerian Kesehatan” lanjut Idrus.

Kedua, ada program yang memberikan peluang kepada rakyat untuk meningkatkan penghasilannya. “Disinilah relevansi UKM akan tumbuh” ucap Idrus.

Program dari Kemensos misalnya ada KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Tujuannya adalah untuk memberi peluang penghasilan tambahan keluarga.

Ketiga, program-program strategis mendasar yang dilakukan periode Jokowi yaitu mendorong mobilitas ekonomi Indonesia ke depannya. Contohnya infrastruktur, “jangan lihat hari ini tetapi 5-10 tahun kedepan” terangnya.

Rilis Hasil Survey BPS

Jika kita bercermin, angka kemiskinan pada era reformasi mencapai 19 % dan angka ini terus menurun dalam beberapa bulan terakhir hingga mencapai 9,82 %. Angka yang luar biasa. Hal ini tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah.

Pencapaian angka kemiskinan, turun hingga menjadi 1 digit. Menurut Idrus, sepanjang sejarah Bangsa Indonesia baru pertama kalinya angka kemiskinan di Indonesia menyentuh satu digit. Namun upaya pengentasan kemiskinan akan terus dan slalu dilakukan.

Salah satu metode yang digunakan adalah Basic Need Approach. Sepanjang metodologi dan pendekatan ini digunakan konsisten dan berkelanjutan, maka hasil yang muncul akan berbasis data dan berbasis potret rakyat” tutur Idrus diakhir arahannya.

Reporter: Sulaiman

Redaktur: Aryudi AR