Warga Protes Pembangunan Pasar Agropolitan Pemkab Sumenep

MediaJatim.com, Sumenep – Sejumlah warga Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, memprotes pembangunan pasar agropolitan di desa setempat karena terkesan dipaksakan di lahan sempit pasar lama desa tersebut, Selasa (15/8).

“Iya (terkesan dipaksakan). Padahal saya dan masyarakat sudah menyiapkan lahan yang lebih luas,” tutur Sarbini, Kepala Desa Banasare.

Sarbini melanjutkan, saat sosialisasi pembangunan pasar tersebut di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya beberapa waktu lalu, disetujui bahwa pasar agropolitan akan dibangun di lahan yang lebih luas.

“Saat rapat di dinas (Dinas PRKP dan Cipta Karya), disepakati pembangunannya di lahan yang lebih luas. Ngak tahu kenapa tiba-tiba di bangun disini (pasar banasare lama),” lanjutnya.

Di pasar banasare lama, menurut Sarbini, lahannya sempit. Saat hari pasar, sering terjadi kemacetan. Karena pedagang tumpah ruah ke bahu jalan. Namun, saat ini pasar banasare lama sudah selesai di bongkar dan sedang dalam pengerjaan pondasi untuk pasar agropolitan.

Selain itu, tim pertanian dari Provinsi Jawa Timur juga sepakat, pasar agropolitan akan dibangun di lahan yang lebih luas dan sudah disepakati oleh seluruh warga. Bahkan tim dari Jawa Timur mewanti-wanti agar pedagang desa setempat harus punya lapak di pasar baru tersebut.

“Tim dari Provinsi Jawa Timur setuju di bangun disana (lahan baru). Tapi malah dibangun di pasar lama ini, ngak tahu kenapa,” sesalnya.

Sementara itu, pihak DPRD Kabupaten Sumenep menyatakan akan segera melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait. Tujuanya untuk meminta penjelasan pemilihan lokasi pembangunan pasar agropolitan tersebut.

“Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meminta penjelasan, kenapa pembangunan pasar tersebut ditempatkan disana,” jelas Nurus Salam, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Sumenep saat melakukan sidak.

Politisi Gerindra tersebut melanjutkan, pemerintah harus segera memberikan solusi soal status tanah yang sebelumnya direncanakan sebagai tempat pembangunan pasar agropolitan tersebut. Apalagi, masyarakat siap menghibahkan tanahnya jika pembangunan tersebut tidak dilakukan di pasar banasare lama yang lahannya sempit.

“Pemerintah harus memberi solusi, supaya status kepemilikannya menjadi benar. Dan masyarakat sebetulnya siap untuk menghibahkan tanahnya untuk pembangunan pasar agropolitan tersebut,” tutupnya.

 

Reporter : Holis

Redaktur : Sulaiman