Tajak Sumur Eksplorasi ENC-02 Dimulai Oleh KKKS EML di Sumenep

MediaJatim.com, Sumenep – Setelah melakukan persiapan sekitar tiga bulan, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Energi Mineral Langgeng (EML) memulai kegiatan tajak pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02, Ahad (9/9) siang.

Prosesi upacara persiapan tajak di tanggal cantik ini dilangsungkan secara sederhana di lokasi pemboran di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Pemukulan gong, secara resmi menandai kegiatan eksplorasi migas dimulai. Peresmian dilakukan oleh Carto, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumenep.

General Manager EML Sopandi Tossin menyatakan, target kedalaman sumur eksplorasi ini direncanakan mencapai sekitar 9,800 kaki dan akan menembus beberapa jenis lapisan batuan.

Selain untuk mendapatkan data bawah permukaan dari jenis batuan dan unsur geologi lainnya, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuktikan keberadaan hidrokarbon yang ekonomis di perut Bumi Sumenep.

“Kami memperkirakan besar sumberdaya sekitar 70 juta barel minyak”, tutur alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Pria asal Sunda ini menambahkan, EML adalah perusahan migas nasional yang murni dimiliki oleh pribumi dan tidak ada kontaminasi modal dari luar.

Sampai saat ini, menurut Sopandi, secara keseluruhan personel pengelola perusahaan juga merupakan pribumi tulen. “Sehingga, segala resiko yang timbul akan merupakan resiko dan pengorbanan secara pribadi bangsa kita sendiri,” tandasnya.

“Yang lebih membanggakan lagi, rig yang kita lihat berdiri (di lokasi) ini, juga dimiliki pribumi yang berasal dari Sumenep,” ujarnya seraya memperkenalkan pimpinan PT Roda Drilling Nusantara, pemilik rig RDN 101 yang digunakan oleh EML untuk pekerjaan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02.

Sementara itu, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa Indra Zulkarnain mengaku terkejut setelah tahu bahwa pemilik rig yang digunakan dalam kegiatan ini adalah warga Sumenep.

“Jadi ini TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)-nya bisa dibilang 100 persen. Dari situ saja, investasinya kembali lagi ke warga yang berasal dari Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Indra juga menjelaskan, SKK Migas mewakili pemerintah sangat menghargai PT EML yang mau berinvestasi di Kabupaten Sumenep. Dia juga menegaskan, karena masih dalam tahap eksplorasi, maka seluruh biaya dan resiko sepenuhnya masih ditanggung oleh PT EML.

“Semua biaya belum dikeluarkan oleh SKK Migas atau pemerintah. Jadi semua biaya yang diinvestasikan di sini masih merupakan biaya dari PT EML. Nanti dikembalikan oleh SKK Migas kalau sudah ditemukan cadangan migas yang ekonomis. Kalau nggak ekonomis, kita nggak akan kembalikan biayanya,” tegasnya.

Tampak hadir dalam upacara tajak ini, Wakil Kepala Polres Sumenep Sutarno, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sumenep Herpin Hadat, dan Pasi Teritorial Kodim 0827/Sumenep Suratman.

Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Sustono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syahrial, Kepala Bagian ESDA Setda Kabupaten Sumenep Abd. Kahir dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumenep.

Reporter: Nur Khalis

Redaksi: Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *