Syafiuddin Pimpin GP Ansor, Bagaimana Sikap Ketua PCNU Pamekasan?

MediaJatim.com, Pamekasan – Keterpilihan Syafiuddin sebagai ketua PC GP Ansor di kantor PCNU Pamekasan terbilang sangat sakral, Rabu (3/10) malam. Sebab, selain dapat aklamasi dari seluruh ketua dan sekretaris PAC, konferensi cabang (konfercab) lanjutan tersebut disaksikan langsung oleh Rois dan Wakil Rois (KH Afifuddin Thoha dan KH Misbahul Munir), Ketua dan Sekretaris PCNU (KH Taufik Hasyim dan KH Abdurrahman Abbas), beserta jajaran kepengurusan PCNU Pamekasan.

Sebelum konfercab lanjutan dimulai, Kiai Taufik memberikan sambutan. Kiai Taufik menegaskan, Seminggu yang lalu, melihat GP Ansor yang vakum pasca deadlock konfercab 16 September kemarin, pihaknya ditanya oleh jajaran syuriyah.

“Akhirnya saya usul harus ada utusan ke PW GP Ansor Jawa Timur. Wakil sekretaris sahabat Dahlan pun berangkat dan alhamdulillah malam ini hadir langsung ketua PW beserta jajaran pengurus,” tegas Kiai Taufik.

Pihaknya tidak ingin GP Ansor vakum. Apalagi Kiai Taufik mendapat info ada pimpinan ranting mau santunan anak yatim tidak jadi karena tiada cabang.

“Alhamdulillah malam ini beliau-beliau (ketua dan pengurus PW Ansor, red) datang ke sini. Ketua PAC dan sekretaris diundang. Mari nanti kita bicarakan hal-hal yang bisa buat Ansor berjalan lebih baik,” tegas Kiai Taufik.

Pengasuh Pesantren Sumber Anom Palengaan Pamekasan ini yakin GP Ansor ini tidak seperti organisasi yang lain, karena berada di bawah naungan ulama. Dalam konfercab, PCNU hanya menyaksikan, sepenuhnya mengamini apa pun yang dikehendaki sahabat-sahabat GP Ansor.

Ketua GP Ansor dan 4 Syarat Amanah

Sebelum konfercab Kiai Taufik menekankan, PCNU Pamekasan mendukung semua kader NU yang berniat mengabdi di GP Ansor. Menurutnya, paling tidak ada 4 kriteria yang harus dimiliki oleh Ketua PC GP Ansor terpilih, Syafiuddin.

“Pertama, sudah memenuhi syarat pencalonan sesuai aturan organisasi dan mekanisme organisasi yang berlaku. Kedua, tidak menggunakan cara-cara yang kurang etis dalam mencari dukungan,” tegas Kiai Taufik.

Ketiga, tambahnya, patuh dan tunduk pada para masyahikh dan menjadikan fatwa para masyayikh sebagai rujukan mengambil sikap, khususnya hal-hal yang bersifat eksternal.

Selanjutnya yang keempat adalah melaksanakan dan mengawal terhadap apa yang diputuskan para masyayikh meskipun itu hal pahit: apapun yang diperintahkan para kyai, khususnya Rais Syuriah sebagai pimpinan tertinggi di NU, maka tidak ada alasan untuk tidak melaksanakannya, karena GP Ansor adalah khodim dan benteng ulama.

“Insya Allah saya sebagai ketua terpilih siap menjalankan seluruh syarat tersebut. Saya siap jadi ketua karena ingin lebih maksimal mengabdi pada Ansor NU,” ujar Syafiuddin penuh keyakinan.

Reporter: Sulaiman

Redaktur: Aryudi AR