Bela Kalimat Tauhid, Perangi HTI

MediaJatim.com, Pamekasan – Kabupaten Pamekasan diguncang demonstrasi besar-besaran, Senin (29/10) hari ini. Mereka adalah massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB).

Massa melakukan long march dari monumen Arek Lancor menuju Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pamekasan. Pernyataan sikap terhadap penistaan agama didengungkan sepanjang jalan.

Muzammil, salah seorang peserta aksi, menyatakan dirinya tidak terima atas peristiwa pembakaran kalimat tauhid oleh oknom Banser di Garut. Karena itu, dirinya rela meninggalkan pekerjaan demi berjuang membela kalimat tauhid.

“Kami tidak mau diam. Karena kata Buya Hamka, jika kita diam saat agama dihina, maka gantilah baju ini dengan kain kafan,” tegas Muzammil.

Kendati demikian, Muzammil mengaku bukan bagian dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dirinya tidak tahu menahu ketika bendera yang dibawanya dikatakan bendera HTI.

“Bagi saya ini bendera tauhid. Kalau dikatakan bendera HTI, saya tidak tahu. Yang pasti kami bukan bagian dari organisasi yang dilarang tersebut. Kami siap perangi HTI,” tegas Muzammil.

Baginya, HTI adalah biang keladi perpecahan di negeri ini. Gerakannya berjubah agama, tapi berhati syaitan.

“Setiap gerakan yang merongrong perpecahan seperti yang dilakukan HTI, kami juga siap memeranginya,” tukas Muzammil.

Reporter: Sulaiman

Redaktur: Aryudi AR