Isu Penculikan Anak di Patoman Hoax

Mediajatim.com, Banyuwangi – Rahmawati (44) warga asli Jember yang berdomisili di Sukowidi Banyuwangi sempat menjadi bulan – bulanan warga Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari. Karena janda beranak anak dua tersebut diisukan menculik anak di Dusun Patoman Timur, desa setempat, Rabu (31/10) sekitar Pukul 10.00 WIB.

Dari berkembangnya informasi itu, sontak saja warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung berkerumun dan nyaris menghakimi pelaku penderita sakit tumor di paha sebelah kiri tersebut. Bahkan, motor Honda Supra yang dikendarai pelaku hangus dibakar massa.

Beruntung, pelaku dapat diselamatkan berkat kesigapan petugas kepolisian Sektor Rogojampi dari amukan warga dan mengamankannya ke mapolsek setempat. Kajadian ini seketika langsung viral di Facebook.

Isu yang meresahkan warga tersebut tidak dibenarkan oleh Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono. Ke sejumlah wartawan pihaknya mengatakan, jika pelaku bukanlah penculik anak, melainkan tersangka percobaan pencurian di kediaman pasutri Hakim dan Lutfiah di Desa Patoman. Pelaku saat mencuri terpergok pemilik rumah dan kabur hingga nyaris dihakimi massa.

“Isu penculikan anak di Patoman hoax. Karena saat kejadian, anak korban tidak berada di rumah,” terag Kapolsek Rogojampi, Rabu (31/10).

Kronologi kasus ini menurut Kompol Suharyono, usai mengendarai motornya pelaku masuk rumah korban melalui pintu belakang. Setelah itu pelaku mengacak – ngacak 3 kamar rumah korban.

Akhirnya aksi pelaku diketahui pemilik rumah dan kabur sembari membuang tas curian tersebut hingga nyaris dihakimi massa, karena ada beberapa warga yang meneriaki pelaku dengan kata “ Dolet “ atau penculik anak. Warga yang geram langsung membakar motor milik pelaku.

“Pelaku sudah kita amankan, dijerat Pasal 362 Junto Pasal 53 KUHP. Terkait penyebar isu hoax akan kita tindak, karena sudah meresahkan warga melalui medsos,” tegas Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono.

Sementara itu Rahmawati pelaku kasus tersebut saat dikonfirmasi kebenaran isu penculikan anak yang melibatkan dirinya mengatakan, jika dia tidak menculik anak. Dia hanya melakukan percobaan pencurian yang akhirnya ketahuan pemilik rumah. Dia nekat mencuri berbekal pisau, karena ingin mendapatkan uang untuk mengobati tumor yang bersarang di pahanya dan untuk membayar hutang.

“Sumpah demi Allah saya tidak menculik anak. Hanya sekali ini saya melakukan perebuatan itu. Saya sangat menyesal,” jawab pelaku yang kesehariannya jualan kue keliling tersebut.

Reporter : Yudi Irawan
Redaktur : Sulaiman