Event Seni Budaya Pelangi di Sumenep Akan Digelar

MediaJatim.com, Sumenep – Event bertajuk Pelangi di Sumenep, akan segera digelar oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep.

“Kami akan gelar parade seni budaya suku nusantara yang berada di wilayah Kabupaten Sumenep,” tutur Anwar, ketua panitia, Rabu (7/11).

Event kebudayaan ini, akan dilaksanakan tanggal 17 November 2018 di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS) Gotong Royong. Kesenian dari 4 suku dan 2 etnis akan ditampilkan. Diantaranya, suku Madura, suku Bugis, suku Bajo, suku Mandar, etnis Arab dan etnis Tionghoa.

“Selama ini suku-suku dan etnis yang berada di wilayah Kabupaten Sumenep tidak pernah tampil bareng dalam acara khusus berupa pertunjukan seni budaya. Event ini sengaja kami gelar untuk mengeksplore keragaman seni budaya sekaligus upaya melestarikannya,” tambahnya.

Selain parade seni budaya, Anwar menambahkan, akan dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan deklarasi damai antar tokoh dari masing-masing suku dan etnis. Kesepakatan damai ini akan diabadikan menjadi sebuah monumen perdamaian di Sumenep.

“Kabupaten Sumenep dikenal sebagai daerah yang aman dan damai. Masyarakatnya juga santun dan menghargai perbedaan budaya dari suku-suku atau etnis pendatang, sehingga kondisi itu harus dipertahankan. Sebagai langkah awal, kami akan mengabadikan dengan pembuatan monumen. Nanti kami serahkan ke Pemkab Sumenep terkait lokasi monumennya,” lanjut Anwar menjelaskan.

Sementara itu, kepala Bappeda Sumenep Yayak Nurwahyudi mengatakan, keragaman suku dan budaya di Kabupaten Sumenep menjadi salah satu nilai tawar dalam upaya peningkatan pembangunan daerah. Sebab kondisi sosial kemasyarakatan yang hidup rukun meski berbeda adat-istiadat, menjadi faktor penting dalam menarik investor.

“Bappeda selalu mendukung setiap kegiatan yang orientasinya demi pembangunan daerah. Upaya pelestarian seni budaya, persatuan antar suku dan etnis, tentu akan sangat membantu pemerintah daerah dalam setiap program pembangunan. Apalagi sejak dulu, suku-suku dan etnis yang telah menetap di Sumenep juga turut serta membangun daerah baik melalui ekonomi maupun sektor yang lain,” tutupnya.

Reporter: Holis
Redaksi: Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *