Hebat! Pemuda Sembulung Olah Sampah Plastik Menjadi BBM

MediaJatim.com, Banyuwangi – Dengan metode pembakaran, ternyata sampah plastik bisa menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain bensin dan solar, hasil pembakaran juga menghasilkan gas yang bisa digunakan untuk keperluan memasak.

Hal ini sudah dibuktikan oleh sekumpulan pemuda Dusun Tanjungrejo Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi yang mengatas namakan kelompok GET Plastik (Gerakan Tarik Plastik).

Menurut Hartadi Iwan Permadi ketua kelompok GET Plastik, sampah – sampah plastik yang dipungut dari masyarakat mereka manfaatkan untuk proses produksi menggunakan mesin rakitan berkapasitas 15 kilogram.

Sampah – sampah yang terkumpul dan sudah dipilah, dimasukan ke tabung pembakaran selama 6 jam. Uap yang dihasilkan dari proses pembakaran akan masuk ke pipa besi yang sekelilingnya dipenuhi air dingin. Dari uap dan dingin, maka hasil pembakaran menghasilkan bensin, solar dan gas. Bahkan, sisa pembakaran plastik menurutnya laku untuk dijual.

“1 kilo plastik kering, bisa menghasilkan 1 liter BBM jenis solar dan bensin. Gas ini juga hasil dari proses pembakaran. Sisa pembakaran sangat laku dijual,” terang Hartadi, saat dikonfirmasi di Rumah Toleransi Desa Sembulung, tempat sampah tersebut diproduksi, Senin (12/11).

Hebatnya, kelompok ini masih sebulan terbentuk dan sudah mampu memproduksi. Dengan adanya kelompok ini, Hartadi mengaku wilayahnya bisa bersih dari sampah, terutama plastik. Masyarakat yang memiliki jenis sampah plastik juga dapat hasil, karena sampah itu mereka masukan ke tabungan koperasi.

“Sampah ini kita kumpulkan dari masyarakat dengan bantuan tenaga relawan GET Plastik. Sebagai gantinya, sampah plastik yang diserahkan kita masukan ke tabungan atas nama warga yang sudah berpartisipasi. Jadi mereka punya tabungan di koperasi dan bisa diambil sewaktu – waktu. Sememtara masih 20 kepala keluarga yang berpartisiasi,” jelasnya.

Terkait hasil produksi, menurut Hartadi tidak dijual belikan secara umum. Yang bisa menikmati BBM hasil pembakaran plastik ini hanya kalangan tertentu, seperti grandong selep padi dan sejenisnya yang bergerak dibidang pertanian. Karena selain plastik, kelompok ini ke depannya juga akan memproduksi pupuk kompos dan organik dengan memanfaatkan sampah yang ada di wilayahnya.

“Tidak kita jual. Sementara masih untuk grandong,” pungkas Hartadi.

 

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman