Permainan Keras, Nihil Keluar Kartu

MediaJatim.com – Laga Madura United melawan tuan rumah Perseru Serui di Stadion Marora Serui, sejatinya berlangsung sedikti panas. Terdapat beberapa pemain Madura United yang harus mendapatkan perawatan di lapangan maupun di luar lapangan akibat benturan maupun tackling.

Namun, pada pertandingan yang berkesudahan 2-0 untuk Perseru Serui, tak satu pun adanya kartu kuning yang dikeluarkan wasit pada pertandingan tersebut.

“Kami tidak bisa mengomentari hal yang bukan tugas kami di lapangan. Wasit lebih dekat dengan pemain di lapangan,” ulas Gomes Olivera, yang enggan mengomentari kinerja perangkat pertandingan.

Pada pertandingan tersebut, Madura United harus menarik lebih awal Alfath Fathir yang mengalami cedera setelah mendapatkan tackling keras pemain Perseru Serui. Alfath harus keluar di awal babak kedua dengan digantikan Rifad Marasambessy.

Selain Alfath, pada pertandingan tersebut, Madura United juga harus melakukan perawatan insentif terhadap Bayu Gatra Sanggiawan dan Slamet Nurcahyo juga karena mengalami tackling keras.

Terlepas dari pertandingan yang tanpa ada kartu apapun, Gomes Olivera yang terpaksa membawa sebanyak 17 pemain saja, harus melakukan rotasi besar-besaran dengan memberikan kesempatan pada pemain muda Madura United.

Pemain muda yang turun pada laga tersebut, sebagai pemain panggati, adalah Rifad Marasambessy yang menggantikan Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu yang menggantikan Andik Rendika Rama dan Imam Bagus Kurnia yang menggantikan Milad Mansour Zeynedpour.

“Kesempatan mereka untuk bermain memang hanya tinggal menunggu waktu. Pada pertandingan kemarin, mereka bisa menjalankan skema permainan dengan baik dan hadirnya mereka juga bisa mengubah pola permainan dengan mulai menciptakan banyak peluang. Sayang, peluang yang ada tidak bisa menjadi gol,” ulas Gomes.

Pada laga melawan Perseru Serui, Alebrto Antonio de Paula, mantan pemain Madura United yang dilepas pada awal putaran kedua memborong dua gol kemenangan Perseru Serui. Dua gol tim yang berpusat di Kabupaten Yapen tersebut, semuanya berasal dari eksekusi bola mati. Yakni, melalui tendangan langsung pada menit 30 dan eksekusi pinalti pada menit 79.

Reporter: TS Munir

Redaktur: A6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *