Sistem Ranking Bikin Calo CPNS Gentayangan

MediaJatim.com – Sebanyak 8.964 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah mengikuti tahapan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan.

Banyak peserta yang gugur dalam ujian pertama dengan sistem computer assisted test (CAT) tersebut. Dari keseluruhan pelamar, peserta yang mampu memenuhi passing grade berada di bawah angka 10 persen.

Bahkan, pada formasi guru ahli pendidikan agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar (SD), tidak satu pun dari seribu lebih pelamar yang memenuhi passing grade. Sehingga, berdasarkan PermenPAN RB Nomor 61 2018, formasi khusus guru ahli PAI tingkat SD diberlakukan sistem ranking nilai kumulatif.

Berdasarakan regulasi terbaru itu, panitia seleksi CPNS tingkat nasional (Panselnas) memberi kesempatan kepada peserta dengan nilai kumulatif terbaik, untuk bisa mengikuti tahapan selanjutnya, yakni tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Di tengah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, tidak sedikit oknum yang ingin mengambil keuntungan dalam tahapan tersebut. Bahkan, ada beberapa dari peserta yang sengaja ditawari peluang dengan syarat harus membayar sejumlah uang agar bisa lolos ke tahap SKB.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail, mengingatkan kepada seluruh peserta ujian untuk tidak tertipu dengan iming-iming oknum yang ingin mengambil keuntungan.

Dia menegaskan, jika seleksi CPNS tahun 2018 ini sudah dilakukan dengan jujur melalui format tes online. Sehingga dia memastikan, tidak ada satupun yang bisa bermain dengan tahapan tes tersebut.

Diungkapkannya, pasca penentuan regulasi baru dalam seleksi CPNS bagi peserta yang tidak memenuhi passing grade, dirinya menerima informasi adanya oknum yang menawarkan diri sebagai calo kelulusan rekrutmen CPNS, dengan meminta sejumlah uang.

“Seperti apapun modus yang ditawarkan, kami berharap masyarakat tidak mudah percaya calo yang mengaku bisa meluluskan CPNS,” ujarnya, Minggu (2/12).

Ismail mengatakan, kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Panselnas berpotensi untuk dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Sehingga meminta agar masyarakat tetap berhati-hati, jika ada oknum yang mencoba menawarkan diri sebagai calo CPNS.

“Sistem ujiannya online, nilainya pun langsung keluar setelah melakukan ujian. Jadi masyarakat jangan mudah percaya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Pamekasan Lukman Hedi Mahdia melalui rilis di laman resmi BKPSDM Pamekasan mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi hoax yang mengumumkan tentang hasil SKD dan nama peserta yang berhak lolos ke SKB.

Dia menegaskan, pengumuman hasil SKD berikut peserta yang akan mengikuti SKB hanya akan diumumkan melalui website resmi BKPSDM Pamekasan, yang direncanakan akan dilakukan pada (4/12) mendatang.

“Jadi jika ada info atau data di luar yang berisi hasil SKD dan daftar nama peserta SKB, bisa dipastikan itu hoaks,” tandasnya.

Reporter: Miftah

Redaktur: A6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *