oleh

Jadi Pelopor Mobdin Batik Pertama di Indonesia

MediaJatim.com– Pemkab Pamekasan berinovasi dan cukup efektif dalam mempromosikan batik. Yakni, dengan membranding mobil dinas (mobdin) dengan batik sekar jagad (batik asal Pamekasan).

Launching-nya berlangsung sukses di monumen Arek Lancor, namun rombongan Pemkab Pamekasan terlebih dahulu konvoi dari Pendopo Ronggosukowati.

Langkah tersebut diambil sebagai wujud promosi batik. Pemkab ingin kecintaan masyarakat terhadap batik, terutama aparatur negara, dapat terkristalkan melalui kebijakan nyata.

Meski di-branding, mobdin tersebut tetap akan difungsikan sebagaimana mestinya. Bahkan, Bupati Pamekasan Badrut Tamam meminta agar tidak hanya dijadikan pajangan. Walaupun, perwajahan mobdin itu tampak lebih menarik.

Kebanggaan selanjutnya, terobosan tersebut dibilang Kabupaten Pamekasan menjadi yang terdepan. Sebab, ungkap Baddrut, kabupaten/kota lainnya di Indonesia belum melakukan inovasi tersebut.

“Tentu dengan mobdin yang di-branding batik ini tetap digunakan sebagaimana mestinya. Ini satu-satunya di Indonesia mobil pemerintah yang di-branding batik,” sambungnya.

Bahkan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, kabupaten dan kota lain termotivasi untuk mem-branding mobdin dengan kekuatan ekonomis daerah itu. Tampaknya, terobosan itu berhasil dan Pamekasan menjadi pioner dalam program ini.

Mobdin yang sudah terkover sekitar 90-an. Dan, anggaran yang ditelan sampai Rp10 juta-an perorganisasi perangkat daerah (OPD). Sejatinya, sepeda motor dinas beserta helm juga di-branding, namun jumlahnya masih belum jelas.

Membumikan batik Pamekasan, juga akan dilakukan dengan beberapa cara lain. Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur itu akan membuat surat edaran (SE) terhadap semua aparatur negara untuk menggunakan batik Pamekasan setiap jam kerja Kamis dan Jumat.

“Kami akan membuat SE baru untuk kemudian seluruh kepala dinas dan perangkat sipil aparatur negara yang lain, setiap Jumat dan Kamis memakai batik Pamekasan, dan tidak memakai batik di luar batik Pamekasan,” sambungnya.

Tujuannya, tambah Baddrut, promosi batik Pamekasan bisa dengan cepat melejit. Imbasnya, produksi batik bisa terus meningkat. Diketahui, terdapat 933 unit usaha batik di Pamekasan dan memiliki 6.226 karyawan yang mengais rezeki dari potensi usaha batik.

Reporter: Sulaiman

Redaktur: A6