oleh

ASKAB Dukung Kades Gumirih

Mediajatim.com, Banyuwangi – Terkait polemik Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh, 17 Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB), mendukung langkah kades setempat. Bentuk dukungan itu dilakukan para kades dalam rapat dadakan di salah satu rumah makan kawasan Kecamatan Rogojampi, Senin (28/1).

Dalam rapat singkat ini, para kades menyampaikan dukungannya secara bergantian ke Kades Gumirih dalam menghadapi permasalahan dugaan pelanggaran undang – undang kampanye, lantaran berlangsungnya Musrenbangdes Gumirih Kamis (24/1), dihadiri Ketua Partai Demokrat DPC Kabupaten Banyuwangi, hingga menuai laporan ke pihak Bawaslu.

Usai mendengarkan secara detail penjelasan dari Murai Ahmad SH Kepala Desa Gumirih, para kades yakin jika rekan sejawatnya tidak melanggar perundang – undangan yang berlaku. Namun untuk menghormati proses pelaporan oknum tertentu, mereka menyarankan untuk mengikuti proses pelaporan tersebut.

“Apabila laporan itu tidak terbukti, maka hal ini kesempatan bagi kita untuk melaporkan masalah atas dugaan pelanggaran UU ITE,” tegas Ahmad Turmudzi Kepala Desa Tegal Arum Kecamatan Sempu, yang ikut hadir dalam rapat tersebut.

Turmudzi mengatakan, tidak alasan bagi kepala desa yang ada untuk tidak mendukung sikap Kades Gumirih dalam menggelar Musrenbangdes yang melibatkan sejumlah tokoh politik dan anggota DPRD Banyuwangi. Bahkan Musrenbangdes yang digelar di Desa Gumirih juga dilakukan di desa – desa lain. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memberikan pencerahan politik, bukan malah dituduh melakukan kampanye terselubung.

“Kami siap medukungan lagkah Kades Gumirih,” ujar Turmudzi.

Hal senada juga disampaikan Sri Purnanik Kepala Desa Sumbeberas Kecamatan Muncar. Dia mengatakan, pihaknya ikut kumpul bersama untuk membahas persoalan Musrenbangdes Desa Gumirih yang dituding dijadikan ajang kampanye.

Namun setelah mendengar penjelasan Kepala Desa Gumirih, ternyata informasi yang berkembang di media sosial, terlebih diunggah salah satu akun Faceboook, menurutnya ternyata tidak benar. Disinggung soal usulan para kepala desa supaya Murai menempuh jalur hukum, Sri menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan.

“Tidak hanya Musrenbangdes Desa Gumirih yang mengundang tokoh politik atau anggota DPRD. Tetapi juga dilakukan di desa – desa lain. Perkara ada yang datang atau tidak, itu urusan lain,” jelasnya.

Sementara menanggapi adanya dukungan ASKAB, Kepala Desa Gumirih menyampaikan ucapan terima kasih. Menurut Murai, dukungan itu menjadikan motivasi bagi dirinya untuk lebih tegar dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Sejak awal Murai mengatakan, pihaknya tidak ada motivasi untuk menggelar kampanye bagi calon legislatif yang ada.Musrenbangdes Desa Gumirih digelar bertujuan untuk mendapat dukungan dari para tokoh politik dan anggota DPRD Banyuwangi yang berada di Dapil 2.

“Kalaupun yang datang hanya Pak Michael, apakah salah Musrenbangdes dihadiri tokoh parpol atau anggota dewan. Kalau memang dilarang, apakah ada undang – undang yang melarang tentang hal tersebut,” tanya Murai.

Jika ada aturan yang melarang, lanjut Murai, seharusnya dilakukan pencerahan bersama, bukan malah dipolitisir. Bahkan, dengan kejadian ini bisa dilakukan pembahasan untuk mengatur regulasi pelaksanasn Musrenbangdes. Karena hal itu Murai mengaku, saat ini pihaknya sedang mengikuti tahapan laporan tersebut.

“Saya tidak takut menghadapi laporan di Bawaslu. Apalagi anggota ASKAB sudah mendukung langkah saya. Saya akan menempuh jalur hukum, saat penyelidikan Bawaslu sudah selesai,” pungkas Murai Ahmad, Kepala Desa Gumirih.

 

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman