oleh

KMB Desak Petinggi Polri Usut Kematian Dua Tahanan di Banyuwangi

Mediajatim.com, Banyuwangi – Kabar adanya dua orang tahanan Polres Banyuwangi yang meninggal dunia membuat Ketua Kauskus Muda Banyuwangi (KMB), Fajar Isnaini prihatin. Dia menilai kematian dua orang tahanan tersebut merupakan citra buruk penegakan hukum di wilayah Banyuwangi.

Dari persoalan itu, pihaknya memaparkan perlu adanya lembaga pengawas seperti Kompolnas, Komnasham dan Kontras, yang turun untuk mengusut tuntas persoalan ini supaya tidak terjadi pelanggaran HAM dibelakang hari.

Dari data yang di himpunnya, dalam sebulan terdapat 2 tahanan meninggal dunia. Dari hal ini menurut Fajar Isnaini perlu adanya pengusutan secara maksimal.

Pertama tahananan atas nama Sutomo (63) warga Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari yang ditangkap atas dugaan kasus perjudian sabung ayam di lahan yang di duga milik salah satu oknum perwira polisi.

Sutomo yang saat itu ditangkap bersama Samsi warga Desa Kaligung, Kecamatan Blingbingsari,akhirnya meninggal dunia setelah ditahan kurang lebih sekitar 3 bulan, dengan dugaan penyakit darah rendah.

Dari kasus itu, kurang lebih sebulan kemudian Samsi dibebaskan dengan alasan penanguhan, karena masa perpanjangan tahanan sudah habis.

“Ini menarik dan disinilah keprofesionalan seorang penyidik dipertanyakan. Lha wong masa perpanjangan sudah habis harusnya ya bebas demi hukum, kok ditanguhkan tapi proses berjalan terus, katanya gak ada kendala dalam proses penyidikan sesuai dengan pemberitaan di media,” kata Fajar ke sejumlah media, Rabu (30/1).

Menurutnya, masih banyak kejanggalan – kejanggalan dan akhirnya menjadi tanda tanya penanganan perkara ini, misalnya istri almarhum Sutomo yang mengaku jika suaminya hanya sebagai pekerja dan pemiliknya lahanya diduga salah satu oknum perwira polisi.

“Ini yang juga menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat,” paparnya.

Kedua, tahanan pelaku pembegalan bernama Tosari (25) warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, meninggal dunia setelah ditahan sekitar 10 hari di Polres Banyuwangi.

Dari penjelasan keluarganya, Tosari menyerahkan diri di Polsek Muncar pada Sabtu (5/1). Tosari diantar temanya setelah mendapat kabar dirinya dicari oleh Polisi.

Sebelum meninggal Tosari sempat menyampaikan kepada orang tuanya saat berada di Rumah Sakit Umum Darerah Blambangan jika dirinya habis dianiaya oleh petugas, meski sudah ditembak sebanyak tiga kali.

“Ini yang kita desak dan kita minta petinggi Polri supaya segera mengusut tuntas persoalan ini,” tegas Fajar.

 

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman