oleh

Inkopsim Tengarai Harga Jagung Dipermainkan

MediaJatim.com, Kediri – Ketua Umum Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsim), HM Al Khaqqoh Istifa menyatakan kekhawatirannya para petani tidak lagi tertarik untuk menanam jagung jika harganya tak sesuai harapan. Meski harga jagung sempat tinggi, namun lambat laun merosot bahkan anjlok.

“Bukan tidak mungkin jika harga jagung tak juga membaik, petani akan putus asa,” tukasnya kepada Mediajatim.com di Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/1).

Menurut Gus Khaqqoh, sapaan akrabnya, dalam beberapa hari kedepan jagung akan panen raya. Dikatakannya, saat ini saja petani di bawah binaan Inkopsim setiap hari menghasilkan 60-an ton jagung. Karena itu, jika ditambah dengan hasil panen raya, dipastikan stok jagung bakal melimpah ruah.

“Selama ini banyak jagung tak terbeli. Pabrik pakan ternak yang selama ini menjalin MoU dengan Inkopsim, tidak konsisten. Mereka tak mau membeli jagung dengan harga wajar,” jelasnya.

Harga wajar yang dimaksud adalah berkisar Rp. 4.500/kilogram jagung pipil kering sawah. Sedangkan pabrik pakan ternak menawar di bawah Rp. 4.000/kilogram. Sementara di sisi lain, harga pakan unggas, tetap tinggi.

“Jika jagung dilepas dengan harga seperti permintaan pabrik, petani jelas rugi, bahkan bisa gulung tikar,” urai Gus Khaqqoh.

Ia menegarai ada sindikasi bermodal besar untuk membiarkan jagung petani tak terbeli. Pada saatnya nanti ketika petani sudah jenuh, dan jagung terancam rusak, maka mau tidak mau jagung pasti dilepas dengan harga berapapun.

“Kami sangat berharap jangan ada yang kuat permodalan, mengalahkan petani yang ingin sejahtera,” ujarnya.

Reporter: Aryudi A Razaq

Editor: A6