oleh

Seluruh Kader PMII Harus Terlibat dalam Proses Demokrasi

MediaJatim.com, Pamekasan – Seluruh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus terlibat dalam proses demokrasi. Itu hingga mencapai hasil demokrasi yang sesuai dengan perundang-undangan.

Demikian ditegaskan Muhammad Subhan saat menjadi pemateri Talkshow Restorasi Nilai PMII dalam Menjaga Hak Rakyat dan Merawat Demokrasi di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (13/2/2019). Acara tersebut bagian dari rentetan acara pelantikan PK PMII Universitas Islam Madura (UIM).

Menurut Komisioner KPU Kabupaten Pamekasan tersebut, PMII harus bisa melakukan restorasi kembali (pemulihan) dasar-dasar PMII melalui hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minallah. Maka rumusan ini harus menjadi tradisi kader dalam rangka menjaga hak-hak rakyat dalam semua aspek kehidupan.

“Seperti sektor pertanian, nelayan, sosial politik, seni dan budaya, hingga persoalan hukum sekalipun,” urainya.

Ke depan, tambahnya, PMII tingkat komisariat, rayon harus memantapkan diri secara kompetensi keilmuan terus dibangun dan dikembangkan dan aktif di pergerakan. Itu untuk menemukan jati diri dan eksistensi pengabdian yang luar biasa, hingga berproses dengan baik dan benar.

“Kompetensi keilmuan wajib ada dalam setiap kader PMII, sehingga ketika bangsa ini butuh kader/SDM anak negeri yang sesuai kebutuhan. Maka, kader PMII lah yang di depan, karena real kebutuhan itu tidak terbantahkan,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara IKAPMII Jawa Timur Firman Syah Ali juga menjadi pemateri. Menurutnya, PMII adalah ormas besar yang lahir dari rahim ormas besar juga yaitu NU.

“Maka menjadi kewajiban moral PMII untuk selalu membantu, membela dan menyelamatkan NU. Termasuk dalam katagori menyelamatkan NU adalah mengingatkan ketika ada oknum-oknum yang mencoba menyeret NU ke kubangan politik praktis yang melenceng dari khittah NU,” paparnya.

Dalam polarisasi politik saat ini, tambah ponaan Mahfud MD tersebut, NU dan PMII secara resmi netral, tidak berpihak pada siapapun, tapi kalau ada tokoh NU menjadi calon atau deklarasi mendukung calon, itu adalah dalam kapasitas sebagai pribadi.

“Kita berharap beliau-beliau selalu istiqomah tidak tergoda untuk menyeret NU sebagai organisasi ke dalam kontestasi politik praktis 5 tahunan ini. NU adalah ruh bangsa indonesia, posisi NU jauh lebih luhur dan mulia daripada sekadar pilpres,” tukasnya.

Reporter: A6

Redaktur: Anam