oleh

Kiai Ma’ruf Dilecehkan, PCNU Duduki Polres Pamekasan

MediaJatim.com-Nahdliyin dan pengurus RMI Kabupaten Pamekasan menduduki Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pamekasan, Selasa (2/4) malam.

Mereka menyikapi adanya penghadangan terhadap mantan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ma’ruf Amin, saat hendak mendatangi Makam Kiai Suhro di Desa Jambringin, Proppo, Senin sore (1/3).

Peristiwa tersebut dirasa melukai banyak hati warga Nahdliyin, khususnya warga Nahdliyin Pamekasan. Sebab, Kiai Ma’ruf dikatakan anjing dan dihadang untuk berziarah.

Pasca kejadian itu, viral sebuah video seorang pria paruh baya yang mencaci maki Kiai Ma’ruf dengan sebutan “anjing”. Video berlatar belakang Makam Kiai Suhro tersebut, nampaknya diambil sebelum kedatangan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu ke desa setempat.

Berkenaan hal itu, nahdliyin dan pengurus RMI Pamekasan, mendatangi Mapolres Pamekasan Jalan Stadion Nomor 81, Kelurahan Barurambat, guna menindaklanjuti peristiwa tersebut.

KH. Nasiruddin Abdul Bar selaku Ketua RMI Pamekasan mengatakan, tujuannya ke Mapolres guna menyampaikan supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi. Karena menurutnya, peristiwa tersebut menciptakan ketakutan di masyarakat, dan tidak seharusnya terjadi lagi.

“Kejadian Kiai Ma’ruf Amin yang kemarin itu, yang dipersekusi, kita minta di situ ada pihak-pihak yang bagi kami menyakitkan, mengatakan Kiai Ma’ruf Amin anjing dan lain sebagainya. Kita akan laporkan itu, karena itu sangat menyakitkan,” jelas Kiai Nasir.

Kiai Nasir melanjutkan, selama ini nahdliyin Pamekasan memilih diam dan menghargai ketika ada tokoh-tokoh lain yang sering menghina simbol dan tokoh NU datang ke Pamekasan.

“Tapi kenapa ketika tokoh kami datang kok mereka melakukan seperti ini?” kata KH Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan menyesali.

Pengasuh Pesantren Sumber Anom Palengaan tersebut menegaskan, PCNU Pamekasan akan mempelajari kejadian tersebut, termasuk persekusi dan ujaran kebencian guna dilanjutkan ke ranah hukum.

“Kita akan ke Polda. Bahkan ke Mabes Polri kita akan menghadap. Karena ini sudah pelecehan yang luar biasa bagi kami,” pungkas Kiai Taufik.

Reporter: A6

Redaktur: Sulaiman