oleh

Diduga Kesetrum Petani Tegaldlimo Tewas di Kebun Naga

MediaJatim.com, Banyuwangi – Warga Dusun Sumberkepuh Rt 01 Rw 01, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo dikejutkan dengan penemuan mayat di area tanaman buah naga milik Andik Sucahyo, warga setempat.

Jasad yang diketahui bernama Sugito (55) petani dusun setempat ditemukan tewas Kamis (4/4) sekitar Pukul 06.00 WIB dalam keadaan kaku, terluka di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesuai keterangan para saksi, Kapolsek Tegaldlimo AKP. Priyono melalui Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Ipda. Wignyo Asmoro, korban tersebut diduga meninggal dunia karena tersengat aliran listrik di lokasi kejadian.

Korban pertama kali diketahui oleh pemilik lahan dalam kondisi tertelungkup membujur ke uatara dekat gubuk lahan tetsebut. Kemudian peilik lahan memberitahukan ke kepala dusun (Kadus) setempat.

Tak menunggu lama Kadus Sumberkepuh langsung melaporkan peristiwa itu ke mapolsek setempat. Mendapat laporan ini, kanit reskrim dan beberapa anggota Polsek Tegldlimo bersama tim medis Puskesmas Kedungwungu bergegas ke TKP.

Saat dilakukan olah TKP polisi dan evakuasi petugas medis, korban masih mengenakan kaos warna biru, celana abu – abu, dan mengenakan sepatu bot karet warna hitam posisi masih memegang tang besi pegangan warna biru yang masih menjepit kabel listrik listrik instalasi penerangan buah naga.

“Hasil pemeriksaan medis, di antara ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan korban terdapat luka. Kedua tangan korban masih memegang kabel listrik yang sebagian masih posisi tergulung menempel di dada korban,” terang Ipda. Wigyo Asmoro.

Menurut Ipda Wignyo Asmoro, di TKP sedang di kerjakan pemasangan lampu. Diduga luka pada sela jari tangan kanan korban akibat sengatan aliran listrik.

“Tidak ada tanda kekerasan lain pada tubuh korban,” pungkasnya.

Di TKP, polisi mengamankan barang bukti milik korban berupa lampu senter kepala, karung plastik dan ember cat warna putih berisi 6 bekicot (keong), tang besi posisi masih digenggam kedua tangan korban.

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman