oleh

FISIP UNAIR Bakal Adakan Konferensi Jurnal Internasional Terindeks Scopus

MediaJatim.com, Surabaya – Program Studi S2 Media dan Komunikasi (Medkom) Universitas Airlangga Surabaya mewajibkan lulusannya membuat artikel jurnal internasional terindeks Scopus. Sejalan dengan Surat Keputusan Rektor UNAIR Nomor 03 Tahun 2019, mengamanatkan lulusan S2 UNAIR memiliki jurnal internasional terindeks Scopus.

Mengambil tema Strengthening Media and Communication through digital Transformation, konferensi itu akan menjawab kehadiran revolusi industri 4.0 pada era digital. Para peserta juga menjadi lebih luas dalam mengulas sebuah penelitian, termasuk isu politik pada era tahun politik.

”Penyelenggaraan konferensi internasional merupakan salah satu upaya prodi untuk meningkatkan publikasi internasional. Baik untuk dosen maupun mahasiswa. Hal itu bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa guna dapat memenuhi syarat kelulusan yang mengharuskan mereka memiliki publikasi. Tindak lanjut makalah diharapkan bisa masuk di jurnal internasional terindeks scopus,” ungkap Dr. Santi Isnaini S.Sos., MM selaku ketua Prodi Media dan Komunikasi UNAIR.

International conference kali ini akan menghadirkan keynote speaker yang ahli di bidangnya. Yakni, Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs., S.H., M.A (UNAIR); Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc (Universitas Hasanuddin Makassar); Dr. Norizan Anwar (Universiti Teknologi MARA Malaysia); dan Dr. Daphane Tatiana Tolentino Canlas, PhD (University of Philippines Diliman).

Perlu diketahui penyelenggaraan IPCOMC ini akan diselenggarakan pada 1 Agustus 2019 dan batas pengumpulan abstrak bagi para peserta yaitu tanggal 28 April 2019.

Santi mengharapkan adanya penyelenggaraan konferensi internasional diharapkan dapat semakin meningkatkan kondusivitas suasana akademik dan literasi publikasi internasional, baik produksi maupun konsumsi. Utamanya bagi sivitas akademika Prodi S2 Media dan Komunikasi UNAIR.

”Paper terpilih rencananya akan dipublikasikan dalam proceeding internasional terindeks Scopus. Sedangkan yang tak terpilih akan diterbitkan dalam ber-ISBN,” tambahnya.

Reporter: Khefti Al Mawalia

Redaktur: Sulaiman