oleh

Kisruh Foto Caleg, PPK Kadur Tantang Pelapor

MediaJatim.com, Pamekasan – Viralnya komisioner Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kadur, Kabupaten Pamekasan foto bareng dua calon legislatif (caleg) di acara turba PWNU Jawa Timur, rupanya berbuntut panjang.

Komisioner PPK Kadur, Hairul Anam, menantang Muzammil selaku pihak yang keberatan dan mengancam akan melaporkan peristiwa tersebut. Muzammil meyakini tindakan Anam sudah menyalahi kode etik sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

“Saya hadir ke acara tersebut sebagai Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan. Panitia yang menghandle daftar hadir minta foto bareng. Kebetulan di dekat saya ada caleg yang turut ikut foto,” terang Anam.

Direktur koran Kabar Madura tersebut mengaku sama sekali tidak gentar manakala ada yang mau melaporkannya. Sebab, itu foto tidak untuk konsumsi publik. Sebelum melapor resmi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Anam menantang pelapor untuk menunjukkan keberaniannya.

“Saya undang pelapor ke kantor. Kapan saja. Kita adu argumentasi berdasarkan aturan yang ada. Jika saya kalah, pada saat itu juga saya akan mundur sebagai penyelenggara. Tapi bila pelapor justru tidak dapat memberikan argumentasi yang kuat, maka dia harus minta maaf secara terbuka,” tegas Anam.

Anam mengaku sama sekali tidak terusik dengan peristiwa yang menimpanya. Dia tetap fokus pada kerja-kerja kepemiluan.

“Besok (Selasa) saya mengisi Bimtek KPPS di pendopo kecamatan. Jika pelapor mau ke pendopo, saya siap dengan tangan terkepal sebagai tanda tidak gentar,” tegas Anam.

Terlepas dari itu, Anam mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan kenyamanan dalam proses demokrasi. Apalagi, Pemilu 2019 tinggal menghitung hari.

Sebelumnya, Anam tertangkap foto bareng Caleg PPP dari Dapil 5 dan Dapil 4; Wazirul Jihad dan Haidar, di acara Turba PWNU Jawa Timur di Pesantren Miftahul Anwar, Klompek, Pamoroh, Kadur, Pamekasan. Selain itu, terdapat pula komisioner PPK Proppo bernama Subhan.

“Kami sudah kantongi bukti terkait kasus tersebut. Kami bersiap melaporkannya ke Bawaslu,” terang Muzammil, warga Kadur yang merasa gerah dengan peristiwa PPK foto bareng caleg.

Muzammil mengaku tidak punya dendam pada Anam. Itu dilakukan agar penyelenggara pemilu hati-hati dan menjaga netralitas agar tidak mencederai nilai-nilai demokrasi.

“Dia bicara demokrasi, tapi tidak tahu diri. Goblok dia, karena tidak tabayun atau melakukan konfirmasi. Saya tunggu bila dia memang lelaki,” tukas Anam.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul