oleh

Mengenal Aan, Gadis Desa yang Menakhodai KOPRI PC PMII Pamekasan

MediaJatim.com, Pamekasan – Tak dapat diragukan lagi, Lembaga Ainul Falah telah sukses mencetak dan mendidik siswa-siswinya unggul dalam berprestasi dan berakhlakul karimah. Hal ini dibuktikan dengan segudang prestasi yang diraih salah seorang alumninya, Aan Nurul Qomariyah.

Sederhana, disiplin, dan tegas. Itulah yang bisa digambarkan dari sosok wanita berparas cantik ini. Jauh-jauh datang dari Sumber Bungkon, Kampung Ro’ Soro’, Desa Bakeong. Aan sapaan akrabnya, bisa mengukir prestasi di tengah kesibukannya sebagai seorang mahasiswa dan aktifis muda.

Wanita kelahiran 26 November 1996 itu kini masih tercatat sebagai aktifis perempuan Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII). Aan sebenarnya sudah terbiasa aktif di organisasi intra maupun ektra di sekolahnya. Pada masa duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Ainul Falah Sumber Polai Bakeong, ia sudah aktif di berbagai kegiatan di sekolahnya, yakni les Bahasa Arab, les Bahasa Inggris dan Pramuka.

Pada tahun 2011, Aan melanjutkan sekolah di MA 1 An-nuqayyah Guluk-Guluk untuk menuntut ilmunya secara mendalam. Pindah sekolah tidak membuat kegiatannya berhenti begitu saja, di samping dukungan dari keluarganya. Ia justru semakin bergerak aktif dengan terjun di berbagai kegiatan di sekolah, diantaranya menjahit dan teater.

Kemudian tahun 2014 Aan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berkat kecerdasannya ia diterima di salah satu kampus ternama yakni Universitas Islam Madura jurusan Fisika. Semasa menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Aan sadar bahwa lingkungannya kini penuh dengan dinamika intelektualitas dan pergerakan. Ditambah pola pikir mahasiswa yang memiliki transisi berbeda, baik psikologis, keilmuan intelektual dan sosial.

Kendati demikian, berkat bekal keilmuannya yang sudah didapat semasa sekolah, perubahan lingkungan di dunia perguruan tinggi tak membuatnya gentar. Segudang prestasi dan pengalaman dalam berorganisasi justru membuat ia terbiasa dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan hal baru.

Terbiasa aktif dengan banyaknya kegiatan, ia pun merasa pembelajaran di ruang kampus saja tidaklah cukup. Menurutnya memperbanyak pengalaman adalah suatu hal yang penting sehingga Aan harus terjun di organisasi ekstra kampus dan ia memilih PMII sebagai wadah berorganisasi yang dinilai paling tepat. Hal inilah yang kemudian menjadi komitmen dan prinsip Aan.

Terjunnya Aan di organisasi kampus, menjadikannya tercatat sebagai aktifis perempuan garda terdepan dalam menyikapi ketimpangan sosial, baik di dalam maupun luar kampus. Ia juga aktif sebagai ketua UKM PSBA, HIMA PRODI dan juga anggota PMII cabang Pamekasan.

Selain tercatat sebagai aktifis pergerakan perempuan, ia juga dikenal sebagai sang organisatoris ulung. Ia aktif di berbagai organisasi dibawah naungan PMII UIM Pamekasan, yaitu sebagai ketua Rayon FKIP UIM, Bendahara Umum Komisareat PMIIi, Mabinkom, dan sekarang sebagai tahta tertinggi ketua KOPRI PMII Cabang Pamekasan.

Namun kesuksesan itu lantas tak membuatnya berbesar hati dan sombong. Sebab untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, wajib kiranya bagi kaum perempuan untuk memiliki kapasitas yang bagus, berintelektual ataupun integritas. Perempuan harus memiliki skill yang baik sehingga di ranah sosial nanti perempuan harus mampu bersaing dengan kaum adam dan berkontestasi di bidang apapun.

Aan sadar bahwa terjunnya kedunia organisatoris sudah menjadi impian besar, sebab ilmu tidak hanya didapat di dalam kampus saja. Baginya, ilmu yang didapatkan mahasiwa di lingkungan kampus hanya mendapatkan 25% sedangkan di luar kampus mendapat 75%. Hal inilah yang membuat Aan ikut organisasi kampus dan memilih PMII.

PMII dipilih Aan lantaran menurutnya banyak manfaat yang dapat diambil dari organisasi ini. Selain memiki motivasi menjadi perempuan yang aktif di ruang lingkup kampus dan masyarakat, maka perlu kiranya mengasah kemapuan intelektual di kampus dan juga di organisasi sebagai bekal nanti ketika terjun ke masyarakat.

Harapan besar bagi generasi penerus bangsa, baik laki-laki maupun perempuan di zaman milenial ini, industri 4.0 kita memang tidak pernah dilarang untuk hedonisme, tapi bukan berarti kita meninggalkan bagaiamana kita sebagai pemuda untuk tidak melakukan gerakan yang massif dan aktif.

Dan untuk para mahasiswa, perjalanan masih panjang. Jangan pernah terhegemoni akan berkembangnya zaman, fokuslah serta niatkan bagaimana kalian akan membuat perubahan bukan membebek. Karena seyogyanya, di ranah masyarakat kita tidak sadar mengaplikasikan ilmu sesuai jurusan kita. Masih ada ilmu yang dapat disumbangsihkan kepada masyarakat, dan itu dapat kalian peroleh dari organisasi. Sempurnalah mahasiswa jika bisa aktif di kampus baik intra maupun ekstra.

Seiring perjalanannya waktu Aan, setelah menempuh pendidikan Sarjana di Universitas Islam Madura, Aan masih tetap aktif di PMII, sebab kegiatan PMII belumlah selesai, masih ada tanggung jawab dan kegiatan baik tahun ini maupun tahun depan.

Reporter: Mohlis

Redaktur: Gafur