oleh

Sehari di Korea Selatan, Saya Temukan Perbedaannya dengan Indonesia

MediaJatim.com, Korsel – Ini cerita saya di Kota Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. Baru kemarin (29/04/2019) saya tiba di sini. Saya perhatikan di jalanan, tak ada satupun sampah yang tertangkap penglihatan saya.

Saya berpikir dan bertanya-tanya. Kenapa di sepanjang jalan di kota ini tidak ada sampah. Semisal plastik, minimal botol bekas air meneral. Tidak ada. Melihat itu, saya mencoba mencari spanduk, plank atau bahkan tulisan yang berisi larangan membuang sampah sembarang. Alhasil, tidak ada. Bukan hanya itu, tak satupun keranjang atau tempat sampah yang saya temukan.

Saya jadi teringat Indonesia. Tulisan yang berisi pelarangan membuang sampah sembarang rasanya hanya menjadi tambahan hiasan. Sampahnya tetap saja berserakan di sana sini.

Seharusnya bersih itu harus dibarengi dengan sarana dan prasarana kebersihan yang memadai. Bukan hanya itu, agar selalu bersih, maka harus dengan diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang sudah dipilah dan bahkan ada dinas khusus yang menangani masalah sampah. Kadang juga penghargaan dan punishmen untuk para pengelola dan pelanggar aturan tentang pengelolaan sampah. Bahkan di setiap sudut jalan, bandara, kantor dan restauran dan semua fasilitas umum termasuk di sekolah bahkan setiap kelas di sekolah harus ada tempat sampat.sampatitu

Fasilitas itu semuanya disediakan dan di Indonesia. Tetapi tidak dengan di Korea Selatan. Saya tidak menemukan tempat sampah di manapun kami menginjakkan kaki, di jalan, fasilitas umum, kantor, sekolah dan lain tidak ada satupun yang menyiapkan tempat sampah. Setelah saya pikir-pikir, karena mereka para penduduk atau siapapun yang hadir di Korea mereka harus mengikuti kebiasaan dan pola yang di lakukan oleh rakyat Korea Selatan. Ada sampah dibawa dan disimpan sendiri, lalu dikelola sendiri. Sehingga tidak ada satupun sampah berserakan di manapun saya menginjakkan kaki.

Tak heran jika semua lokasi yang saya dan rombongan yang berkunjung tidak menemukan sampah alias bersih tanpa noda. Sehingga siapapun yang berkunjung ke Korea akan mengikuti kebiasaan baik dari rakyat korea untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Kebiasaan yang kelihatannya sederhana ini, dapat diimplimentasikan dengan kesadaran tinggi dari semua elemen di Korea. Sehingga orang luar pun dipaksa untuk mengikuti sistem ini. Terus terang, realitas itu membuat kami takjub. Pahala hanya sampah.

Saya perhatikan, ternyata di sana tanpa ada dinas kebersihan, tanpa adanya tukang sapu. Ini menjadikan kami sadar akan kebersihan dan kesadaran untuk membawa sampahnya untuk kekelola sendiri oleh pemilik sampah, bahkan tanpa ada sekolah/madrasah adiwiyata.

Reporter: Mohammad Holis

Redaktur: Gafur