oleh

Hina Gus Mus, Banser Bidik Umar Hamdan

MediaJatim.com, Pamekasan – Umar Hamdan sedang diliputi kegelisahan. Itu bermula dari ujarannya yang menghina KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di akun facebooknya, Umar Hamdan Karrar, Kamis (30/05/19)

Umar Hamdan memposting nyinyiran terhadap salah satu ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Mus. Itu mendapat kecaman dari berbagai kalangan.

Banser pun siaga penuh. Tinggal menunggu instruksi PCNU, Banser Ansor siap mengorbankan jiwa raga karena ulama mereka sudah dihina sedemikian rupa.

Syafiuddin selaku Ketua PC GP Ansor Pamekasan menegaskan, postingan yang diunggah oleh anak salah satu tokoh Aliansi Ulama Madura (AUMA) itu, tidak hanya melecehkan Gus Mus yang sedang mendoakan kebaikan untuk bangsa Indonesia ini.

Akan tetapi, lebih dari itu, kata Syafi, postingan tersebut juga menyulut amarah dari kalangan Nahdliyin yang selama ini sangat menghormati Gus Mus.

“Kita sudah cukup sabar dari awal. Jadi, kami minta hentikan semua omong kosong ini,” pintanya sesal. Jum’at (31/5).

Kendati saat ini postingan tersebut sudah dihapus oleh yang bersangkutan, dan diganti dengan postingan klarifikasi serta permohonan maaf kepada Gus Mus, namun menurut Safiuddin, hal itu tak lantas meredam amarah dan kekecewaan kaum Nahdliyin terhadap Umar Hamdan Karrar.

Menurutnya, permohonan maaf via medsos tidaklah cukup. Lebih dari itu, harus ada komitmen dari yang bersangkutan untuk tidak mengulangi lagi tindakan yang sama, baik kepada Gus Mus atau kepada tokoh NU lainnya.

“Meminta maaf tidak cukup. Harus ada komitmen yang tulus untuk tidak lagi menyebar hoax apapun yang berkaitan dengan kiai-kiai NU dan Banom NU,” tegasnya.

Mantan aktivis PMII ini berharap, seluruh lapisan masyarakat bisa bersama-sama menjaga kondusivitas untuk menghormati Bulan Ramadan yang penuh berkah, serta mengedepankan perkataan yang baik menjelang hari raya Idul Fitri.

Sebelumnya, warga Nahdliyin dibuat geram oleh postingan akun Facebook Umar Hamdan Karrar pada Kamis (30/5) kemarin. Postingan yang menyulut amarah warga NU itu, dinilai berisi hinaan terhadap kiai sepuh NU KH. Mustofa Bisri atau akrab dipanggil Gus Mus.

Mengetahui postingannya mendapat kecaman dari warga NU, akun tersebut langsung menghapus postingan kontroversial itu, dan diganti unggahan klarifikasi dan permohonan maaf.

Reporter: Liman

Redaktur: A6