oleh

Hasan, Putra Pamekasan yang Lakukan Penelitian Pendidikan di Turki

MediaJatim.com, Istanbul Turki – Tak heran jika Pamekasan disebut sebagai Kota Pendidikan sejak Desember 2010 silam. Pasalnya, saat itu Pamekasan dianggap gencar melakukan trobosan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Terlebih bina dan raih prestasi tingkat nasional hingga internasional.

Sejalan dengan itu, rupanya ada Hasan, mahasiswa asal desa Ragang, Kec. Waru diberangkatkan ke Turki pada akhir bulan Mei lalu (27-30/05/2019). Ke sana, Hasan ditugaskan kampusnya untuk melakukan praktikum mengajar sekaligus penelitian pendidikan di negeri yang dipimpin Erdogan itu.

“Ya, benar. Saya berangkat tanggal 27 kemarin dan tiba di sini tanggal 30. Hanya tugas mengajar dan penelitian saja, Mas,” jelas Alumni MI Miftahul Ulum desa Ragang itu merendah saat dikonfirmasi, (30/05/2019).

Hasan membeberkan, praktikum mengajar dan penelitiannya akan berlangsung selama dua puluh hari dengan rekomendasi kampusnya, STAI Al-Hikmah, Surabaya. Terhitung sejak tanggal 1 sampai tanggal 20 Juni 2019.

Putera bungsu pasutri Harun dan Mai itu bercerita, pemberangkatannya diawali melalui jalur darat dari Jombang ke Jakarta. “Saya menginap di Masjid Istiqlal selam satu hari,” tuturnya.

Sedang ke Turki, ia naik pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Muscat Turki. Perjalanan ke Turki sekira 19 jam dengan transit di Muscat, Oman ke Bandara New Istanbul Airport.

“Penerbangan lumayan bagus, kebetulan pesawatnya pakek maskapai Oman, dan akomodasi nya sudah pasti makanan khas Eropa. Saya merasa senang sekali pertama kali sampai di Turkey pemandangannya sangat bagus indah, dan nyaman. Namun hal yang sangat menjengkelkan mereka tidak mau menggunakan bahasa selain bahasa Turki,” paparnya via Whatsapp.

Sedang biaya perjalanan dan hidup selama di Turki, kata Hasan, masih akomodasi sendiri dengan kerja keras dan melalui sponsorship.

Kepada pelajar Pamekasan, ia mengajak tetap bersemangat khususnya dalam mencari ilmu. “Jangan merasa lelah sebelum sukses. Barang siapa yang menanam, maka dia akan memanennya di kemudian hari. Tinggalkan hal hal yang sia-sia apalagi yang merugikan diri sendiri dan bangsa ini,” pesan mahasiswa semester akhir konsentrasi Pendidikan Matematika itu.

Reporter: Gafur Abdullah

Redaktur: Zul