oleh

Mahasiswa KKN UTM Ciptakan Energi Listrik Alternatif dari Limbah Tahu

MediaJatim.com, Bangkalan – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 49 Universitas Trunojoyo (15/07) yang sedang melaksanakan pengabdiannya di Desa Pangoajung, Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan telah berhasil menciptakan energi listrik alternatif dari limbah tahu. Inovasi energi alternatif dari limbah tahu ini diinisasi oleh M. Ismail Zuhri yang merupakan salah satu mahasiswa dari kelompok KKN 49 tersebut.

Inovasi energi alternatif ini di latar belakangi oleh adanya pabrik tahu di Desa Pangpajung yang juga menghasilkan limbah dari proses produksinya. Sehingga menginspirasi mahasiswa KKN 49 untuk dapat memanfaatkan limbah tahu tersebut agar lebih bernilai.

“Pembuatan energi listrik alternatif dari limbah tahu ini sebagai akibat dari pabrik tahu di desa ini yang menghasilkan limbah dari hasil produksinya. Hal ini mendorong kami untuk mampu berinovasi menciptakan manfaat dari limbah tersebut. Akhirnya setelah beberapa kali mencoba, kami berhasil menghasilkan energi listrik alternatif dari limbah tahu tersebut,” ungkap Ismail.

Energi lisrik alternatif yang dihasilkan dari limbah tahu tersebut setidaknya dapat menyalakan lampu LED, Kalkulator, Jam dinding dan beberapa elektronik lainnya yang kebutuhan voltasenya tidak terlalu besar. Besarnya voltase yang dihasilkan oleh limbah tahu tergantung pada banyaknya rangkaian yang menyusunnya.

“Untuk menghasilkan listrik dari limbah tahu, kami menggunakan rangkaian seri dalam menyambungkan beberapa gelas yang terisi limbah tahu dengan beberapa alat bantu lainnya seperti seng, tembaga dan kabel. Dari hasil ukur menggunakan avometer, delapan gelas limbah tahu dapat menghasilkan sekitar 6-8 volt,” tambahnya.

Kepala Desa pangpajung, Mukib yang juga pemilik pabrik tahu tersebut mengungkapkan bahwa inovasi dari mahasiswa KKN ini patut diapresiasi karena berhasil membuat limbah tahu, sebuah benda yang jorok ternyata memiliki manfaat untuk menghasilkan energi listrik alternatif.

“Meskipun energi listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar, setidaknya inovasi ini patut diapresiasi dan sedikit banyak dapat memberi manfaat dari limbah tahu yang biasanya hanya dibuang langsung ke aliran sungai,” tutur Mukib.

Reporter: Ist

Redaktur: Zul