oleh

Aktivis Pendidikan Desak Disdik Situbondo Atasi Masalah SD Negeri 8 Curah Tatal

MediaJatim.com, Situbondo – Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan menemui Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Selasa (14/8/2019), agar segera mengatasi persoalan yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri 8 Curah Tatal, Kecamatan, Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Aksi peduli pendidikan ini dilakukan setelah pemerintah setempat dinilai belum maksimal melakukan pemerataan pendidikan. Terbukti diberbagai daerah masih banyak sekolah yang tidak sesuai dengan standart, baik dari segi sarana maupun prasarana. Seperti yang ditemukan di SD Negeri 8 Curah Tatal.

Padahal dalam Undang-undang Dasar 1945 sudah diamanatkan pada Pasal 31 mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ini adalah tanggung jawab pemerintah ataupun negara dalam kemajuan bangsa ini.

Menurut penuturan Korlap Aksi, Medio Saut Turnip mengatakan keadaan sekolah tersebut sangat memprihatikan. Kondisi gedung sudah tidak layak huni, fasilitas meja dan kursi yang tidak sesuai standart . Hal ini semakin diperparah dengan tidak adanya guru yang mengajar selama delapan bulan terakhir dikarenakan guru honorer yang biasanya mengajar, kini sudah tidak lagi aktif lagi.

“Sungguh sangat memprihatinkan, segala fasilitasnya sangat tidak layak. Bahkan selama 8 bulan terakhir tidak ada guru yang ngajar, akibat guru honorer yang biasa mengajar mendapatkan gaji yang tidak sesuai dan tidak kunjung diangkat menjadi PNS,” ujarnya pada Media Jatim.

Dari segi aturan, telah diatur bahwasannya negara wajib memberikan pendidikan yang setara kepada setiap warga negaranya tanpa ada ketimpangan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.

Maka dari itu, pihaknya meminta agar pemerintah terkait segera mencarikan solusi terhadap persoalan tersebut. Sebab persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, sehingga para siswa bisa belajar dengan baik, tenang dan didukung fasilitas yang memadai.

“Kami mendesak persoalan ini bisa segera teratasi, biar kegiatan belajar mengajar berjalan normal kembali,” tegas Medio Saut Turnip.

Sementara kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman menanggapi persoalan ini dengan arogan dan tidak memberi kesempatan yang menemuinya memaparkan hasil temuannya di lapangan. Menurutnya, ia sudah pernah turun ke lapangan untuk melihat kondisi SD Negeri Curah Tatal 8.

“Beberapa hari yang lalu saya sudah turun ke SDN Curah Tatal 8. Terkait masalah tidak ada gurunya itu tidak benar, selain ada guru honorer di sana juga ada guru yang sudah berstatus PNS,” paparnya.

Diakhir pembicaraannya, Fathor Rakhman berharap persoalan ini untuk tidak terlalu dibesar-besarkan.

Reporter: Zul

Redaktur: Sulaiman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *