oleh

Event Perdana Pusat Studi Sosiologi Jadi Tolak Ukur Minat Tinggi Diskusi Kalangan Mahasiswa

MediaJatim.com, Bangkalan – Rabu (28/8/2019) Pusat Studi Sosiologi dan Pengembangan Masyarakat melakukan diskusi perdana yang dilangsungkan terbuka. Kegiatan ini bertempat di Taman Kampus Universitas Trunojoyo Madura dan disambut antusias oleh mahasiswa-mahasiswi Sosiologi.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Pusat Studi Sosiologi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebelum diserahkan kepada pemandu acara, Mohammad Afiffudin, S.sos, M.A, selaku juga salah satu staf dosen sosiologi FISIB UTM.

Kepala Pusat Studi Sosiologi dan Pengembangan Masyarakat, Dr. Arie Wahyu Pranata, S.Pi., M.Si mengharapkan, agar mahasiswa sosiologi dapat melakukan kegiatan diskusi secara mandiri, baik di luar kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Studi.

“Acara ini adalah diskusi perdana yang dilakukan oleh Pusat Studi Sosiologi, rencanya acara ini akan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali dan dilakukan hingga sampai menjadi budaya dari mahasiswa sosiologi itu sendiri,” tutur pria yang berasal dari Kabupaten Batu tersebut.

Karena penempatannya di ruangan terbuka, acara yang mengusung diskusi santai antara dosen dan mahasiswa menjadi sangat menarik perhatian umum yang hadir di taman kampus disela-sela kegiatan rapat organisasi maupun kumpul santai dengan teman sebaya.

Dengan tajuk “Melacak Jejak Industri Gula di Madura” diskusi kali ini ingin menguak latar belakang dari lahirnya industri dan problematika gula di Madura yang ditanggapi secara seimbang dari dua perspektif keilmuan yakni Sosiologi dan Psikologi, hal ini tercermin dengan narasumber yang dihadirkan. Khoirul Rosyadi S.S, M.Si, Phd, dari Sosiologi dan Dosen Psikologi, Zainal Abidin, S.Psi, M.Psi, sehingga diskusi menjadi kian lebih menarik.

Tanggapan baik juga dilontarkan dari salah satu mahasiswa Sosiologi yang turut hadir dalam diskusi, Izzah Nur menanggapi baik dengan diadakanya acara ini supaya dapat ditindak lanjuti agar dapat memajukan daerahnya, dalam hal ini yang dimaksud merupakan wilayah Madura.

“Perlu ditindaklanjuti karena persepsi setiap kepala seseorang itu berbeda. Andaikata masyarakat Madura mampu untuk memajukan daerahnya baik dari sektor ekonomi, sosial, dan budaya, maka pulau ini akan menjadi pulau yang produktif,” jawab dari mahasiswa Sosiologi angkatan 2018 tersebut ketika ditanya mengenai tanggapan diskusi.

Turut hadir pula Koordinator Program Studi Sosiologi (Kaprodi), Hisnuddin Lubis, S.sos, M.A dan dosen Program Studi Sosiologi lainya dalam diskusi yang diinisiasi oleh Pusat Studi Sosiologi dan Pengembangan Masyarakat, Universitas Trunojoyo Madura.

Reporter: Ist

Redaktur: Zul