oleh

Peluncuran Koperasi Digital Indonesia Lakukan MoU dengan 7 Stakeholder

MediaJatim.com, Jakarta – Koperasi Digital Indonesia (KDI) resmi diluncurkan hari ini Sabtu (14/9/2019) di Jl. Kertanegara No 25 Jakarta Selatan. Dalam acara ini dilakukan perjanjian kerjasama atau Master of Understanding (MoU) dengan 7 stake holder untuk memperkuat program-program kerja KDI.

Program inovatif dari Relawan Benteng Jokowi (BeJo) ini ditujukan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Selain itu, peluncuran Koperasi Digital Indonesia juga dinilai sejalan dengan program non tunai yang sedang dijalankan pemerintah.

Jak T. W. Tumewan Ketua Umum DPP Benteng Jokowi dalam sambutannya, mengatakan acara peluncuran Koperasi Digital Indonesia (KDI) adalah bentuk pemikiran dari relawan pendukung Jokowi berupa program mandiri dan usaha bersama sebagai perwujudan dari implementasi program Nawacita Presiden Jokowi.

“Hari ini adalah launching pertama Koperasi Digital Indonesia, akan ada kerjasama dalam bentuk MoU antara KDI dengan perwakilan 4 negara seperti Korea Selatan, Cina, India dan Singapura. Selain itu KDI juga akan kita implementasikan ke tiga ribu desa yang sudah kita bina,” terang Jak Tumewan.

Rencananya juga kata Jak Tumewang, pada tanggal 9-10 Oktober 2019 bertempat di Kementerian UKMK, akan menjadi launching terakhir yang sedianya akan dihadiri Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin yang dikenal sebagsi profesor koperasi syariah. Selain peluncuran Koperasi Digital Indonesia, Jak juga mengemukakan rencana mereka mengadakan rakernas I yang sedianya akan digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

“Rencananya pada bulan Januari 2020 kita akan mengadakan rakernas pertama Pengurus Koperasi Digital Indonesia yang akan dihadiri ketua-ketua adat dan kerajaan-kesultanan seluruh Indonesia untuk mendengungkan Pak Jokowi sebagai Bapak Koperasi Digital Indonesia. Selain itu ada pameran ekonomi se ASEAN, kita sudah berkoordinasi dengan perwakilan negara ASEAN,” ungkap Jak.

Sementara Zainal Aziz Sekjen DPP Benteng Jokowi mengatakan acara peluncuran Koperasi Digital Indonesia menjadi momentum untuk mengimplementasikan program Nawacita jilid 2 Presiden Jokowi terutama badan usaha yang berbasis teknologi digital.

“Koperasi Digital Indonesia merupakan badan usaha bentuk koperasi yang visi misinya sesuai dengan keinginan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan digital di Indonesia melalui pelayanan penggunaan teknologi digital oleh para anggotanya. Kami sebagai pendukung Pak Jokowi berkeinginan terus mengawal beliau dengan program yang bersifat kerakyatan dan dengan tidak melupakan teknologi untuk mempermudah usaha koperasi yang kami bentuk,” ujar Zaenal Aziz.

Selanjutnya, Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Koperasi, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Christina Agustin, A.Pi, M.M mengatakan, Koperasi Digital Indonesia (KDI besutan Benteng Jokowi kami nilai sejalan dengan visi misi pemerintah terutama Kementerian Usaha Kecil Menengah dan Koperasi yaitu Rehabilitasi, Reorientasi, dan Pengembangan. Melalui ketiga program tersebut kita tidak hanya mengejar jumlah koperasi tetapi kualitas koperasi yang dikelola secara sehat dan akuntabilitas, didukung tata pembukuan yang tertib, berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Jual Beli Lovebird Rawan Penipuan

“Kami Kementerian UKMK juga akan menjamin legalitas hukum dari Koperasi Digital Indonesia,” ujarnya.

Christina Agustin menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah mendorong masyarakat untuk mendirikan badan usaha koperasi yang berbadan hukum dan jelas pengelola serta tata kelolanya. Selain itu dia mengharapkan dengan terbentuknya Koperasi Digital Indonesia dan kehadiran Benteng Jokowi menjadi salah satu motor penggerak pembangunan yang bekerjasama dengan semua pihak stakeholder sehingga program pembangunan yang dirancang oleh pemerintah pusat dan daerah mampu terlaksana dengan baik.

“Keberadaan Koperasi dan UMKM yang dominan sebagai pelaku usaha nasional juga menjadi subyek vital dalam pembangunan khususnya dalam rangka perluasan berusaha, menyerap tenaga kerja dan ikut menekan pengangguran,” jelas Christina.

Selain itu Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., Ketua Umum Forum Komunikasi Kita Pancasila (FKKP) mengatakan, sangat mendukung apa yang menjadi program KDI. Kedepan katanya, FKKP akan membuat program mata uang digital crypto currency dengan logo Pancasila.

“Kami akan membuat mata uang digital dengan dasar koin emas, perak dan perunggu. Program ini akan kita sinergikan dengan KDI yang berbasis tehnologi dan software koperasi digital,” pungkas James sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Braman Setyo Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) ingin mendorong pelaku usaha untuk tertarik lagi mengakses dana bergulir LPDB KUMKM.

Hal ini katanya, dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kinerja pelaku usaha. Seperti diketahui, sejak LPDB berdiri pada 2008 telah menyalurkan dana bergulir ratusan milyar.

“Kami ingin serapan dana bergulir meningkat terutama lewat koperasi digital Indonesia. Dana itu sebagai perkuatan modal bagi pelaku usaha di berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata Direktur Utama LPDB KUMKM.

Menurutnya, bagi pelaku usaha yang ingin mengakses dana bergulir LPDB, cukup datang ke Jamkrindo atau Jamkrida dan Dinas Koperasi dan UKM di daerah dan bahkan tidak perlu ke Jakarta, sehingga lebih efektif dan efisien.

Baca Juga:  Polsek Rogojampi Sita 3 Jurigen Tuak

“Peluang usaha sangat besar karena di berbagai daerah di Indonesia. Potensi seperti ini harus kita dorong, usaha-usaha kreatif juga harus dikembangkan supaya mempunyai nilai tambah tinggi,” pungkasnya.

Terakhir Prof. Dr. H. E. Irwannur Latubual, MM, MH, Ph.D., selaku Ketua Lembaga Negara Perintis Kemerdekaan RI dan Dewan Adat Nasional (LN PKRI /DAN) menyatakan mendukung program dari KDI. Katanya, Dewan Adat Nasional memiliki jaringan di 360 lebih kerajaan dan kepala suku-suku di Indonesia.

“Kami akan mendukung kegiatan dan program kerja KDI dalam pengembangan koperasi modern ini ke berbagai daerah. Sebab KDI sangat prospek kedepannya,” tandasnya.

Pihak Dewan Adat Nasional (DAN) akan menyerukan jaringannya untuk bergabung dan mendukung KDI. Dimana kalau dimaksimalkan akan bisa mensejahterakan anggota di seluruh Indonesia.

“Bersama pak Jak Tumewan kami akan dorong anggota kami bergabung di KDI. Saya yakin pontensi ini akan berhasil kedepannya,” pungkasnya.

Pada acara Koperasi Digital Indonesia (KDI) yang resmi diluncurkan hari Sabtu (14/9/2019) di Jl. Kertanegara No 25 Jakarta Selatan. Dalam acara ini dilakukan perjanjian kerjasama atau Master of Understanding (MoU) dengan 7 stake holder untuk memperkuat program-program kerja KDI.

Diantaranya MoU dengan:

1. Joko Tunggono Ketua Umum Sahabat Jokowi bekerjasama dengan Jak Tumewan Ketua Umum Benteng Jokowi (BeJO).

2  Mr. Han Sook Lee Direktur Utama PT Royal Puri Konsultan bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

3. Jufri dari YUDA bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

4. Rhajes Baskar Presiden Director Trillion Lines of Code 10^12 bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

5. Prof. Dr. H. E. Irwannur Latubual, MM, MH, Ph.D., Ketua Lembaga Negara Perintis Kemerdekaan RI dan Dewan Adat Nasional (LN PKRI /DAN) bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

6. Saifulfohman Daun Direktur Global Account FF2 ADVANCE TEHNOLOGY (S) PT. LTD bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

7. RM. Moh. Muchlas Arya Mangkurat Ketua Umum Assosiasi Penglola CSR Republik Indonesia (APCRI) bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

8. Prof DR. Deny Sengkey Sekjen Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia bekerjasama dengan Dowira Inkiriwang, SE, MM., Direktur KDI.

Reporter: Syafrudin Budiman

Redaktur: Zul