oleh

Trauma Tsunami, Warga Pancer Pertahankan Bukit Salakan

Mediajatim.com, Banyuwangi – Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi kukuh mempertahankan Bukit Salakan dari perusahaan tambang emas.

Warga yang didominasi emak – emak tersebut rela berhari – hari berada di lokasi dekat bukit, hingga rela meninggalkan pekerjaan keseharaiannya untuk mempertahankan bukit yang pernah menyelamatkan mereka dari bencana tsunami Tahun 1994, tersebut. Bahkan dalam menjalankan aksi itu, mereka hanya makan ubi untuk bertahan.

“Kami sudah 4 hari di sini untuk menjaga bukit,” jelas Srinatun, warga setempat, Jumat (10/01/2020).

Menurutnya selain untuk antisipasi bencana tsunami bukit itu merupakan ladang mata pencaharian warga. Karena semenjak bukit Tumpang Pitu ditambang oleh perusahaan emas, mereka kesulitan mencari ladang untuk bertani.

Baca Juga:  SJIE Suguhkan Peningkatan Literasi Keuangan Syariah ke Ratusan Santri

“Pokoknya bukit ini jangan ditambang karena bukit ini tempat kita mencari makan. Ikan di laut juga mulai berkurang,” pintanya.

Cip warga setempat mengatakan, di dekat bukit terdapat jalan untuk jalur evakuasi warga, dibangun oleh pemerintah. Dia juga menanyakan fungsi jalur evakuasi tersebut, jika Bukit Salakan ditambang.

“Ini jalur evakuasi jika ada bencana. Sudah tahu begini kenapa bukit isunya akan ditambang. Kalau ada bencana, kita mau lari kemana,” paparnya.

Menurut Ari warga setempat, warga mempertahankan bukit sejak beberapa mahasiswa melakukan penelitian di Bukit Salakan. Warga curiga, jika bukit akan ditambang oleh perusahaan tambang emas dengan dalih penelitian.

Baca Juga:  Saat Ini, KPK 'Ngamuk' di Madura

“Sejak itu mereka berkumpul dan bertahan di sini untuk menyelamatkan bukit. Katanya peneiltian, namun warga curiga terjadi hal yang tak diinginkan oleh warga setempat. Dusun Pancer dihuni kurang lebih 5000 jiwa. Mereka ini korban tsunami Tahun 1994,” terang Ari.

Hingga saat ini warga masih berjaga di lokasi untuk menjaga bukit penyelamat warga tersebut.

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman