oleh

Mahasiswa IAIN Madura Ini Terbitkan Dua Buku Sekaligus

MediaJatim.com, Pamekasan – Tidak mudah untuk menjadi mahasiswa produktif dalam menulis. Ribuan alasan sering kali muncul bagi yang tidak mampu melakukannya. Kurang fasilitas, waktu, banyak kerjaan dan alasan klasik lainnya kerap bermunculan. Tapi tidak dengan Ruqoyyah atau yang akrab disapa Ruky ini.

Mahasiswa yang tercatat sebagai pengurus Unit Kegiatan Khusus (UKK) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acitivita ini berhasil membuktikan ketekunannya dalam kepenulisan. Hal ini ia buktikan dengan terbitnya dua buku sekaligus. Buku pertamanya berjudul ‘Cinta di Pelataran Takdir’ berupa novel yang diterbitkan oleh Penerbit Erye.Art. Sedang noveletnya berjudul ‘Kopi Cinta di Meja Usia’ menjadi buku keduanya. Buku ini diterbitkan oleh Ciper publishing.

Ruky membeberkan, buku itu ia tulis di tengah-tengah kesibukan belajar formalnya dan membutuhkan waktu yang lama. Ia mengaku, buku itu ditulis semasih ia berada di bangku Madrasah Aliyah (MA). Hanya saja karena waktu MA tidak ada laptop untuk mengetik, ia tulis di buku khusus miliknya. “Kalau yang pertama saya lupa berapa lama. Soalnya itu saya nulis pas masih kelas 1 MA. Dan karena berada di pesantren agak sulit dalam pengetikan,” terangnya (15/1/2019) lalu.

Baca Juga:  Perkuliahan Masih Daring, Ini Pesan Dekan Fakultas Syariah IAIN Madura

Ia menambahkan, penulisan buku keduanya memakai waktu sekitar satu bulan lebih. Karena waktu itu, lanjutnya, mulai menulis tanggal 16 November 2018 dan selesai tanggal 28 Desember 2018. Silam.

Perempuan kelahiran Desa Tlambah, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang ini menjelaskan, buku pertamanya menceritakan tentang bagaimana takdir memberi jalan yang tak pernah disangka untuk suatu hubungan. Sedangkan yang kedua ini lebih pada keadaan usia yang semakin bertambah tapi pernikahan belum kunjung hadir. Sedangkan keluarga hawatir akan pernikahan si anak. Kenapa kopi, karena dalam buku ini Ruky menyajikan nuansa coffe dengan bingkai sastra.

“Senang dan bersyukur karena yang pertama itu saya kira bakalan menjadi bangkai di leptop eh dak di sangka lolos di event terbit gratis Erye.art waktu itu. Dan yang kedua saya bersyukur karena dalam satu tahun dua buku sekaligus bisa terbit meski di bulan pada akhir tahun,” ungkapnya.

Ruky bercerita, ia bercita-cita menjadi penulis sejak dulu dan sekaligus menuangkan hobi saja. Dalam lubuk hati yang paling dalam, tambahanya, keinginan besar untuk tetap lanjut studi.

Ia berharap, kedepannya bisa lebih semangat menulis lagi, lebih baik dari sebelumnya, dan di tahun 2020 bisa terbit di Media Kita dan ketemu dengan penulis kesukaannya, seperti Fiersa Besari, Boy Chandra dan Wira Negara.

Baca Juga:  Penyuluh Agama Non PNS Pamekasan Akhirnya Menerima SK

Diterbitkan dua karyanya tidak membuat Ruky lupa diri. Ia mengaku, keberhasilannya tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga dan teman-teman di organisasi yang ia ikuti di dalam dan di luar kampusnya. Seperti Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB), UKK LPM Activita, Forum Lingkar Pena (FLP), Mahasiswa Pencinta Alam (Mastapala), dan Forum Mahasiswa Sampang (Formasa). “Buku ini saya hadiahkan untuk keluarga dan organisasi FKMSB, LPM, Mastapala, FLP, dan Formasa.

Ia mengaku, keluarga dan teman-teman di organisasinya sudah memberikan banyak hal. Terlebih dalam keilmuan dan arti sebuah persahabatan.

“Di sisi lain, saya juga pengen karya saya best seller, seperti mimpiku sejak kenal tulisan. Intinya, saya berterima kasih yang setulus-tulusnya kepada orangtua dan keluarga pondok tercinta Banyuanyar, IAIN Madura dan senior-senior organisasi serta teman-teman kampus. Berkat kalian, semangat literasi ini tak pernah luntur,” terangnya kepada MediaJatim.com.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul