MKK, Garda Bangsa Pamekasan Rawat Tradisi Pesantren

KADER UNGGULAN: Sebagian pengurus Garda Bangsa Pamekasan bersantai ria usai melangsungkan rapat persiapan MKK 2017.
KADER UNGGULAN: Sebagian pengurus Garda Bangsa Pamekasan bersantai ria usai melangsungkan rapat persiapan MKK 2017.

MEDIAJATIM.COM, Pamekasan-DKC Garda Bangsa Kabupaten Pamekasan tampak berkomitmen menjadi pilar utama dalam merawat tradisi pesantren. Utamanya, di bidang pembumian qiroatul kutub dan hifdzhun nadhom.

Untuk itu, organisasi yang dipimpin Safiuddin tersebut mencanangkan Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) untuk kalangan santriwan dan santriwati pondok pesantren se-Kabupaten Pamekasan. Terdapat dua katagori: katagori Ula bagi yang berumur 13-20 tahun dan Ulya untuk tingkatan berumur maksimal 25 tahun.

“Kita fokuskan pada santriwan dan santriwati pondok pesantren ahlu sunnah wal jamaah. Tingkat Ula mencakup kitab Fathul Worib dan Nadhom Imrithi, sedangkan tingkat Ulya meliputi kitab Ihya Ulumuddin dan Alfiah Ibnu Malik,” ungkap Ketua DKC Garda Bangsa Pamekasan, Safiuddin.

Baca Juga:  Relawan Foreder Dukung Pangdam Jaya Tertibkan Baliho Revolusi Habib Rizieq

Pembukaan MKK berlangsung dari 3 sampai 13 April 2017 kemarin di sekretariat Garda Bangsa Pamekasan Komplek Perumahan Graha Kencana Larangan Tokol, Pamekasan. Puluhan peserta yang mendaftar bakal berkompetisi menjadi terbaik dalam hal membaca kitab dan menghafal nadhom.

“Kegiatan semacam ini memang tidak lepas dengan dunia pesantren. Semangat kami adalah merawat tradisi Islam Nusantara. Apalagi banyak pelajaran baik yang diajarkan dalam pesantren,” tegas Saifuddin. (imam syafii)

WhatsApp chat