oleh

Disegel Total, Siswa SMAN 1 Waru Terancam Mogok Sekolah

MEDIAJATIM.COM, Pamekasan – Siswa SMAN 1 Waru terancam mogok sekolah. Sebab disekeliling pintu masuk sudah tidak ada lagi pintu terbuka. Apalagi dipintu yang sebelumnya hanya digembok dan diberi papan pengumuman.

Namun kali ini sudah tertutup total dengan las. Lantaran masalah sengketa tanah belum menemukan benang merah. Akhirnya, sikap Nursalim ditanpakkan rasa kekecewaannya kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan melakukan penyegelan dengan las dan tumpukan batu pada pintu SMAN 1 Waru.

“Saya sudah muak dengan janji-janji pemerintah yang tak kunjung ada keputusan. Silahkan kalau berani untuk dibuka. Tapi ingat jangan harap masalah ini selesai, sebelum berujung ada tindakan jelas dari pemerintah,” tanggap Nursalim kepada mediajatim.com, Senin (17/4/2017).

Baca Juga:  Venada Mallika 'Nggerambyang'

Menurutnya, penyegelan dengan dilas dan diberi tumpukan batu agar aktifitas belajar mengajar juga berhenti. Hal demikian dilakukan sebagai cara baru untuk melihat respon Pemkab Pamekasan.

“Kami sudah terima semua keputusan pemerintah, namun hingga sekarang janjinya sudah sebulan lebih hilang tak berstatus, ini maksudnya apa,” tanyanya.

Dilain sisi, kuasa hukum Nursalim, Marsuto Alfianto tak memiliki hak untuk melarang Nursalim tidak berbuat demikian. Menurutnya, Nursalim memiliki wewenang sendiri dalam melakukan apasaja selama status tanah SMAN 1 Waru gagal dimiliki haknya.

“Kami disini tidak berani mau melarangnya. Kami hanya status pengacara,” katanya.

Baca Juga:  Kali Pertama, Upacara 17 Agustus di Gedung Baru SD Juara Surabaya

Diterangkan, jalur hukum akan terus ditempuh sampai ahli waris pemilik lahan SMAN 1 Waru memperoleh haknya. Menurutnya, estimasi waktu yang diberikan pemerintah cukup lama.

“Sayangnya sampai sekarang, pemrintah belum memberikan keputusan atas penyelesaian sekngketa tanah. Dari itu ahli waris memilih menutup sekolah dengan cara mengelas pagar sekolah dan memasang batu gunung,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum dikonfirmasi kepada pihak pemerintah dan UTD Disdik Jatim. (mediajatim/marul)