Perubahan Peraturan, Penerima PKH Semakin Maju

MEDIAJATIM.COM, Sumenep-Berubahnya peraturan tentang Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di tahun 2017, membuat penerima menjadi semakin melek teknologi, khususnya bagi warga di pedesaan. Pasalnya, pencairan bantuan PKH dapat diambil sendiri melalui kartu ATM yang sudah diberikan oleh pemerintah, berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya yang dicairkan lewat Pos.

DLH Pamekasan

Hal itu, disampaikan oleh pendamping PKH Desa Sentol Daya, Syaiful Bahri dan Taufiq, saat memberikan sosialisasi bantuan PKH kepada Masyarakat Sentol Daya, Dusun Nong Bunter di rumah H. Syamsul Arifin, Senin (05/7). Saat sosialisasi itu, juga didampingi oleh Kepala Dusun Nong Bunter, Desa Sentol Daya, Syaiful.

Dengan adanya perubahan peraturan penerimaan bantuan PKH akan berdampak lebih mudah kepada masyarakat. Jika penerima bantuan PKH sebelum-sebelumnya mengambilnya lewat Pos, mereka masih harus desak-desakan dan antri. Akan tetapi, penerimaan bantuan PKH dengan melalui ATM lebih mudah dan pengetahuan Masyarakat akan bertambah maju.

“Perubahan itu pasti ada plus dan minusnya. Perubahan dari Pos ke Bank lebih banyak plusnya. Misalnya, diantaranya uang bantuan tersebut, bisa  dibuat tabungan. Sedangkan penerimaan PKH lewat Pos tidak bisa. Disamping itu, masyarakat biar lebih maju,” jelasnya Syaiful Bahri.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Keluarkan SE ASN Harus Salat Fardu Tepat Waktu

Besar nominal bantuan PKH Rp. 1.850.000, ujar Syaiful, yang dicairkan empat tahap dalam satu tahun. Sementara itu, ketentuan waktu pencairan bantuan PKH masih belum ada pasti, karena penentuan jadwal pencairan ditentukan pihak Bank yang bersakutan.

Syaiful Bahri juga menambahkan, bantuan PKH meliputi bantuan kesehatan (belita, hamil muda dan lansia), pendidikan (SD, SMP, SMA) dan besaran jumlah nominal bantuannya sama. Sedangkan, jumlah  untuk masyarakat Sentol yang mendapatkan bantuan PKH  tidak kurang dari 300 orang.

“Realisasi bantuan PKH 90% sudah tepat sasaran. Hal itu sudah kami validasi dan kami, selaku pendamping akan melalukan perbaikan terkait dengan realisasi bantuan PKH,” tegasnya Syaiful Bahri.

Baca Juga:  Peduli, KAHMI Preneur Bersama Polsek Ganding Sumenep Berikan Sembako Pada Janda Lansia

Sementara itu, Syaiful selaku ketua Dusun Nong Bunter, Desa Sentol Daya mengatakan, realisasi bantuan PKH di daerahnya sudah maksimal dan tepat sasaran.

Begitupun dengan penuturan salah satu masyarakat yang mendapat bantuan PKH, Hosniyah mengatakan, setahu dia yang mendapat bantuan PKH di Desa Sentol adalah orang yang memang orang tidak mampu, orang hamil, sudah tua. (mj/zainal)