Perangi Radikalisme, GP Ansor Ambunten Santuni Anak Yatim

MEDIAJATIM.COM, Sumenep-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ambunten eratkan rasa solidaritas dengan memberikan santunan berupa uang tunai Rp. 500.000,- kepada anak yatim di kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ambunten, Kamis (15/6). Sebanyak 4 anak yatim yang disantuni.

Sebelum prosesi santunan anak yatim, dilangsungkan mengaji bersama menelaah kitab Al-Maqalat As-Sunniyah. Pada saat itu, yang bertintak sabagai pembedahnya ialah KH. Abdul Adhim Ali Hisyam selaku wakil Rais Syuriah MWC NU Ambunten.

Peserta melibatkan pengurus ranting GP Ansor Ambunten, jajaran Polsek Ambunten, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ambunten, masyarakat dan neng Tiza, putra Kiai Fayat karay.

KH. Abdul Adhim Ali Hisyam menyampaikan tentang bahayanya gerakan kelompok Islam garis keras, contoh ISIS, HTI, dan Wahabi. Gerakan yang mereka bangun menggunakan taktik gerilya. Parahnya target mereka yang tuju untuk dijadikan pengikutnya ialah remaja perkotaan yang awam pengetahuan agama.

Baca Juga:  HSN, Kaum Sarungan Padati Gor A. Yani Sumenep

“Tentu gerakan ini harus diantisipasi oleh pengurus Ansor dalam mengawal keutuhan negara. Golongan garis keras membawa misi terciptanya negara khilafah, yakni di bawah satu kepemimpinan. Tokoh-tokoh aliran radikalisme dalam sejarahnya tidak mendapat pengakuan gurunya pada masa itu, seperti Abdullah bin Abdul Wahhab,” tegas KH. Abdul Adhim Ali Hisyam.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Ambunten Santoso mengatakan, santunan anak yatim dan mengaji bersama menelaah kitab Al-Maqalat As-Sunniyah merupakan salah satu agenda PAC GP Ansor Ambunten di bulan puasa. Selain itu, kegitan yang dilakukan ada  khatmil quran secara bergiliran.

Baca Juga:  Di Bulan Penuh Berkah, FMPK Santuni Anak Yatim

“Tujuan kami memberikan santunan kepada anak yatim ialah guna mengeratkan rasa solodaritas kepada sesama saudara muslim. Begitu pun dengan mengaji bersama menelaah kitab Asaja agar masyarakat atau lebih-lebih pengurus Ansor tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham non Aswaja,” ungkap Santoso. (mj/zainal)

WhatsApp chat