Dua Sifat Terasah di Bulan Puasa

  • Bagikan

Mediajatim.com, Pamekasan – Mustasyar PCNU Pamekasan KH Kholilurrahman menjadi penceramah dalam Silaturrahmi dan Buka Puasa Ramadan 1448 H oleh PCNU setempat, Kamis (22/6) sore. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan tokoh, ulama, umara, nahdliyin, dan nahdliyat se Kabupaten Pamekasan.

Sebelum masuk pada isi ceramah, Kiai Kholil yang juga Anggota DPR RI tersebut memuji PCNU Pamekasan yang kini makin maju dalam duet kepemimpinan KH Abd Mannan Fadholi-KH Taufik Hasyim. Sebab, PCNU Pamekasan kini masuk 9 besar NU Award yang digelar PWNU Jawa Timur.

“Penataan organisasi kita makin maju. Ini patut disyukuri dan mesti kita kembangkan,” tegasnya.

Selanjutnya, Kiai Kholil menegaskan bahwa ibadah puasa sejatinya melatih dua sifat. Yakni, keikhlasan dan kesabaran.

“Kenapa keikhlasan? Di sinilah letak keistimewaan puasa Ramadan. Saking istimewanya, Rasulullah bersabda bahwa bau mulut orang berpuasa lebih wangi daripada parfum mesik. Hadis tersebut jangan ditelan mentah-mentah, tapi harus dipahami baunya sudah seperti itu apalagi tidak baunya. Minimal kita tidak membiarkan bau dengan sikap gigi dam kumur-kumur. Ibadah puasa menempati rangking teratas karena ibadah ini hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah SWT,” paparnya panjang lebar.

Baca Juga:  Cerita Budayawan Zawawi Imron Ditegur Gus Mus karena Membenci Gus Dur

Diterangkan Kiai Kholil, keikhlasan mengantarkan kita pada kedamaian. Perjuangan berhasil maupun tidak berhasil, kita tetap merasakan manisnya bila dilekati keikhlasan. Dengan kekuatan ikhlas, semuanya pasti berakhir dengan nilai positif.

“Ketika keikhlasan tiada, baik usaha berhasil maupun tidak berhasil, insya Allah sulit mendapatkan hal yang positif,” tegasnya.

Di samping itu, terangnya, sifat sabar menduduki hal yang sangat penting untuk kita meraih sukses atau tidak dalam usaha-usaha yang dilakukan kita. Kiai Kholil mengaku kadang mengelus dada dan sangat terharu ketika ada seseorang yang datang ke rumahnya naik sepeda ontel.

“Ketika ditanya kondisinya, dia bersyukur nikmatnya cukup dari Allah. Dia mendahulukan syukur Alhamdulillah dan senyum menyungging. Ini sangat mengharukan,” ujarnya.

Kemudian ada orang datang naik mobil mewah ke rumahnya. Ketika ditanyakan kabarnya, kadang menjawab tahun ini tahun paling sial. Karena usahanya yang sering dapat Rp 12 miliar laba bersih, menurun drastis menjadi hanya Rp 4 miliar.

Baca Juga:  Kalah 4-1, Pelatih Selangor FA Akui Kualitas Madura United

“Itu sangat memilukan karena tampak sekali tidak adanya kesabaran,” kata Kiai Kholil.

Ketika hati kita lapang, tambahnya, insya Allah dalam melihat jagad raya selalu positif, tidak pernah mengeluhkan atas pemberian Allah. Ketika hati kita sempit, maka di situlah bencana di atas bencana.

“Ikhtiar dan doa harus dikedepankan. Berhasil tidaknya, kita kembalikan kepada Allah. Spirit qonaah seperti ini perlu kita tanamkan ke anak cucu dan sebarluaskan di lingkungan organisasi, instansi dan sebagainya,” urainya.

Kiai Kholil mengajak umat Islam harus bersatu dalam membangun bangsa dan negara, jangan putus komunikasi. Sebab, tegas Kiai Kholil, perjuangan bersama dapat membantu suksesnya program pemerintah dan menguatkan kesejahteraan umat.

Reporter: Fathorrahman

Redaktur: Anam

  • Bagikan
WhatsApp chat