Pisah Kenang KPM STAIN Bernuansa Perjuangan

  • Bagikan

MediaJatim.com, Pamekasan-Pelaksanaan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Posko 4, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, sudah genap satu bulan, sejak tanggal 29 Juli hingga 28 Agustus 2017. Banyak pengabdian yang mereka jalankan dan terakhir pada hari Senin malam (28/08), acara penutupan dikemas dengan pengajian yang bertemakan perjuangan.

Bertempat di kediaman Kepala Desa Kertagena Tengah, Suto Abdurrahman, dengan mengundang beberapa tokoh masyarakat, perangkat desa, kepala sekolah, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan KPM merupakan perpindahan kuliah dari kampus ke masyarakat, sehingga diharapkan mahasiswa bisa menerapkan ilmunya yang sudah didapat dibangku kuliah.

“Ketika terjun ke masyarakat, tentu akan menemukan hal baru yang bisa dijadikan bekal mahasiswa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas dan santun,” ujar Abd. Wahid selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KPM STAIN Pamekasan Posko 4 saat memberikan sambutan.

Baca Juga:  Cinta Pendidikan, Mahasiswa STAIN Pamekasan Goes to School

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Desa KPM STAIN Posko 4, Junaidi mengungkapkan ucapan terima kasih banyak kepada semua elemen yang mendukung kegiatan KPM, terutama Keluarga Besar Kepala Desa telah memberikan tempat, kenyamanan dan bimbingan.

“Terima kasih atas peran serta dari masyarakat dari awal sampai akhir, terutama Kepala Desa sekeluarga,” ungkap Junaidi.

Selain itu, Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama pelaksanaan KPM berlangsung.

Kehadiran Mahasiswa STAIN Pamekasan yang melaksanakan kegiatan KPM ini, mendapat kesan tersendiri bagi Kepala Desa Kertagena Tengah.

“Setiap Mahasiswa, yang berkunjung ke desa ini akan dianggap sebagai anggota keluarga, termasuk Mahasiswa STAIN Pamekasan,” kata Kepala Desa Kertagena Tengah, Suto Abdurrahman.

Baca Juga:  Pesan Bakal Calon Presiden untuk Mahasiswa Indonesia

Tidak hanya kesan baik, Suto juga berharap Mahasiswa peserta KPM yang sudah menjalankan program kampus, salah satunya membentuk Remaja Masjid (Remas), agar tidak dilepas begitu saja, di lain kesempatan tetap bisa mengontrol kegiatan Remas tersebut, sehingga hasil dari kegiatan dimaksud bisa nampak dan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dan kebiasaan baik yang sudah dibangun selama pelaksanaan KPM bisa dilaksanakan secara istiqomah setelah kegiatan KPM selesai.

KH. Fahrur Rozi, selaku Pengasuh PP. Darul Jihad Cendana Kadur, yang ditunjuk sebagai penceramah sangat enerjik menyampaikan, untuk mengugah para hadirin biar bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.

 

Reporter: Imam Syafii

Redaktur: Sule Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat