Baanar Pragaan Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Depan 102 Siswa

MediaJatim.com, Sumenep -Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) melakukan sosialisasi bahaya narkoba di depan 102 siswa, putra-putri di Aula Lembaga Pendidikan Darul Ihsan, Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Sabtu (09/9). Acara itu, dimulai pada pukul 09:00 WIB dan selesai 12:32 WIB.

Ahmad Salim sekaligus pengurus Baanar PC GP. Ansor Sumenep bertindak selaku fasilitator dan Zainal Arifin selaku pengurus PAC GP. Ansor Pragaan bertugas sebagai moderator. Kegiatan itu, berjalan secara khidmat dan semua siswa-siswi yang hadir antusias mendengarkannya.

Rencana awal pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba akan dilaksanakan hari jum’at agar tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar siswa. Akan tetapi, pengasuh lembaga pendidikan setempat menyarankan dilaksanakan pada hari sabtu. Agar pelaksanaannya lebih maksimal dan semua siswa bisa mengikuti semua, mulai tingkat MTs dan MA.

Saat sambutan kepala Baanar Kecamatan Pragaan, Imam Ghazali mengatakan, peredaran narkoba di Indonesia sangat besar sekali. Itupun, peredarannya bukan hanya di sektor perkotaan saja. Akan tetapi, di pedesaan sudah marak peredaran narkoba.

Baca Juga:  Ketua Ansor Pamekasan: BAANAR Tidak untuk Menyaingi Kepolisian dan BNK

“Menurut data yang kami dapat, 5,9 juta penduduk Indonesia mengkonsumsi narkoba. 22% pelajar/mahasiswa. Khusus di Indonesia kurang lebih 1000 jalur tikus,” ungkap Imam Ghazali.

Selain itu, Ahmad Salim selaku fasilitator mengatakan, narkoba itu sebuah akronim. Yaitu, narkotika, pstropika dan bahan adektif lainnya. Jenis narkoba setiap harinya dapat dipastikan ada yang baru. Sehingga jenisnya sulit dipastikan berapa jumlah kwantitasnya.

“Efek menggunakan narkoba akan merusak generasi bangsa. Mereka akan kecanduan untuk selalu mengkonsumsinya. Sedangkan dampak mengkonsumsi narkoba akan merusak organ tubuh, Misalnya, saraf dan otak,” papar Ahmad Salim.

Pencegahan perdaran narkoba oleh aparat pemerintah terus dilakukan, baik aparat Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Akan tetapi, masih dapat dibilang kewalahan. Soalnya bandar narkoba terus bermunculan.

Baca Juga:  Sumarto Akui Beli Sabu dari Warga Dasuk

“Narkoba sangat sulit untuk diberantas secara bersih. Dikarenakan peredarannya terstruktur. Jalur peredaran narkoba banyak dilakukan melalui kepulauan. Dapat dipastikan jika peredarannya lewat darat mudah terdeteksi,” tambahnya.

Lebih lanjut Ahmad Salim mengatakan, memerangi narkoba wajib bagi setiap individu. Lebih-lebih bagi para generasi pemuda sekarang. Pemuda harapan masa depan. Jika pemudanya sudah terjerumus mengkonsumsi narkoba. Maka jangan pernah berharap negara ini akan lebih maju.

“Ada beberapa faktor orang dapat menyalahgunakan narkoba. Pertama, lingkungan yang tidak islami. Kedua, rumah tangga yang tidak harmonis. Ketiga, salah memilih teman. Keempat, frustasi, ” tukasnya Ahmad Salim.

Hadir dalam acara itu, semua guru Lembaga Pendidikan Darul Ihsan, pengurus Baanar PAC GP. Ansor Pragaan, pengurus IPPNU dan IPNU.

 

Reporter: Zainal Arifin

Redaktur: Sule Sulaiman

WhatsApp chat