Remehkan Taufadi, Bendahara PDI-P Pamekasan Meninggal Dunia

Foto: Google.com
Foto: Google.com

MediaJatim.com, Pamekasan – Bendahara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Pamekasan, Agus Sukarmadi, menghembuskan nafas terakhirnya Senin (11/9) pagi ini. Anggota Komisi 1 DPRD Pamekasan tersebut tak mampu melawan penyakit komplikasi yang menderanya.

Mih Sukri selaku orang dekat Agus Sukarmadi membenarkan hal itu. Diterangkan, Agus Sukarmadi yang sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya menghembuskan nafasnya bersamaan dengan azan Subuh sekitar pukul 04.30.

“Dia sempat dirawat di RS dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Karena makin kritis, Jumat (8/9) kemarin langsung dilarikan ke RS di Surabaya. Kebetulan saya mendampinginya,” ungkap Mih Sukri.

Diterangkan, saat ini, jenazah Anggota Komisi I DPRD Pamekasan itu dalam perjalanan dari Surabaya ke rumah duka di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Istri dan keluarga korban lainnya langsung histeris mendapati Agus Sukarmadi tak lagi bernyawa.

Baca Juga:  Ansor Kencong Mendapuk Bupati Hendy sebagai Anggota Kehormatan

Beberapa hari sebelumnya, Agus Sukarmadi sempat menghenyakkan masyarakat Kota Gerbang Salam. Sebab, membuat pernyataan yang terkesan meremehkan Taufadi yang telah lama mengesankan dirinya sebagai kader PDI-P.

“Taufadi bukan kader PDI-P. Taufadi bukan kader PDI yang selama ini disangkakan banyak orang. Dia hanya terkesan kader PDI-P karena jadi kepercayaan Anggota DPR RI dari PDI-P, yakni Said Abdullah. PDI-P Pamekasan masih menjaring figur lainnya,” ujar Agus.

Diungkapkan, hingga saat ini partai berlambang banteng tersebut belum menunjuk satupun calon. PDI-P hingga sekarang masih terus memantau perkembangan politik Pamekasan dan belum menentukan sikap. Sikap PDI sendiri masih buram apakah bakal maju sebagai calon bupati atau wakil bupati Pamekasan.

Baca Juga:  Kronologi Kebakaran Dekat Pasar Blumbungan

“Kami belum menetapkan calon kendati gambar Tretan Taufadi bertebaran di mana-mana,” tukasnya.

Reporter: Fathorrahman

Redaktur: Sule Sulaiman

WhatsApp chat