Kades Lampereng Sebut Peredaran Narkoba Penyakit Nasional

MediaJatim.com, Sumenep – Kepala Desa (Kades) Larangan Pereng, Imam Mastum sebut peredaran narkoba penyakit nasional. Hal itu ditegaskan saat desanya menggandeng Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pragaan menggelar sosialisasi bahaya narkoba di balai setempat, Sabtu siang (16/9). Tema yang diangkat,” Pelatihan Kader pemuda anti Narkoba.”

Imam Mastum mengatakan, pengaruh narkoba harus disikapi dengan gerakan nasional untuk mencegahnya. Oleh karena itu, kita selaku pemerintah Desa Lempereng mengadakan kegiatan ini untuk mengantisipasi dalam rangka bahaya narkoba.

Baca Juga:  Perangi Narkoba, BAANAR Kadur Bangun Sinergitas Bersama Kepolisian

“Pengedaran narkoba sekarang bukan hanya terjadi di perkotaan, tapi di pedesaan juga sudah masuk,” ungkap Imam Mastum.

Modus peredaran narkoba banyak sekali macamnya, tambah Imam Mastum. Menurutnya, para pengedar narkoba salah satunya dengan modus menawarkan narkoba mengatakan obat kuat. Namun setelah orang itu mengkonsumsinya, mereka akan kecanduan dan menjadi pemakai.

Apabila orang telah memakai narkoba, mereka bukan lagi layaknya manusia. Tindakannya cendrung bebas. Baginya seakan-akan tidak ada tanggung jawab, semua tindakannya dianggap benar atas pengaruh obat yang dipakai.

Imam Mastum juga menceritakan pengalamannnya. Katanya dia pernah ditawari obat sehat berupa pil. Tapi, dia tahu latar belakang temannya bahwa dia dekat dengan obat-obatan terlarang tersebut.

Baca Juga:  Kena Teror, Pengasuh Pesantren Al Mardiyah Lapor Polisi

“Berdasarkan pengalaman, orang yang mengkonsumsi narkoba akan merusak mental dan perekonomiannya,” pungkas Imas Mastum.

Suryadi Syah selaku kepala Baanar Pengurus Cabang (PC) Sumenep, bertindak sebagai fasilitator. Peserta pelatihan itu, siswa-siswi MA dan MTs Al-Wathan dan Mambaul Ihsan. Selain itu, semua perangkat Desa Larangan Pereng, pemuda Desa Lempereng juga ikut terlibat di dalamnya.

 

Reporter: Zainal Arifin

Redaktur: Sule Sulaiman

WhatsApp chat