oleh

Berbelasungkawa, Madura United Shalat Ghaib

MediaJatim.com – Kabar mengejutkan hadir  usai pertandingan Persela Lamongan melawan Semen Padang FC. Laga yang digelar di Stadion Surajaya Lamongan, berhasil dimenangkan tuan rumah. Namun, mereka juga harus berhadapan dengan kabar duka yang sangat mendalam; kiper utama Persela, Chairul Huda, meninggal dunia setelah sempat kritis di rumah sakit.

“Kami sampaikan duka mendalam atas meninggalnya Choirul Huda. Dia pemain yang memiliki dedikasi tinggi dan tanggung jawab yang penuh atas profesinya. Atas nama Klub Madura United, kami sampaikan bela sungkawa untuk keluarga besar Choirul Huda, Keluarga besar Persela dan juga keluarga besar LA Mania. Madura United shalat ghaib untuk almarhum,” ucap Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi.

Baca Juga:  Dikabarkan Kabur dari Madura United, Gonzales Angkat Bicara

Kabar duka tersebut, langsung mengangetkan seluruh pemain Madura United. Sebagian dari mereka langsung mengungkapkan bela sungkawa atas kabar meninggalnya Chairul Huda pasca mengalami benturan dengan teman setimnya dalam melakukan penyelaman gawangnya.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Ini tentunya duka bagi kami para pesepakbola Indonesia atas kabar duka teman seprofesi kami,” ucap Asep Berlian,  gelandang Madura United.

Senada dengan Asep, Slamet Nurcahyo yang pernah menjadi salah satu punggawa Timnas bersama-sama dengan Choirul Huda mengungkapkan bahwa kabar meninggalnya Huda adalah kabar yang sempat dipercayainya.

Baca Juga:  Madura United Tak Berlatih di SGRP, Ini Alasannya

“Mengejutkan mendengarkan informasi tersebut. Ini adalah kejadian yang sangat mengejutkan bagi kami para pemain sepakbola. Huda adalah kiper yang selama ini saya kenal memiliki dedikasi tinggi atas profesi dan klubnya,” ungkap Slamet.

Huda memang tidak meninggal di lapangan permainan. Huda meninggal setelah sempat dilakukan perawatan di rumah sakit rujukan di Lamongan. Selama musim ini, selain Huda, Ahmad Kurniawan yang juag berposisi sebagai kiper meninggal dunia. Bedanya, AK panggilan Ahmad Kurniawan meninggal karena sakit. Sementara Huda, meninggal saat baru saja menjalani pertandingan.

Reporter: Hendra WCP

Redaktur: Sule Sulaiman